Misteri Tewasnya Model Cantik yang Jatuh dalam Keadaan Bugil

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 28 Des 2017 07:17 WIB
Foto: Instagram Ivana Smit (ivana_smit)
Jakarta - Tewasnya model cantik Ivana Smit yang terjatuh dari sebuah gedung bertingkat di Kuala Lumpur, Malaysia, masih menyisakan misteri. Ada sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian model warga Belanda tersebut.

Smit jatuh dalam keadaan telanjang dari balkon lantai 20 di sebuah apartemen. Jenazahnya ditemukan di balkon lantai enam apartemen tersebut pada Kamis, 7 Desember siang hari.

Malam harinya, gadis itu diketahui pulang ke apartemen bersama pasangan suami-istri dari sebuah pesta. Kepada polisi, keduanya mengaku sedang tertidur ketika Ivana jatuh dan paginya mereka mengantar anak mereka ke sekolah tanpa menyadari kematian Ivana.


Dilansir dari media Belanda, Algemeen Dagblad, Kamis (28/12/2017), sebelum meninggal Ivana sempat mengirim swafotonya ke pacarnya. Aktivitas itu dilakukan pada Kamis (7/12), pukul 07.25 waktu setempat.

Selain foto, Ivana juga bercerita ke pacarnya jika dia sedang bersama pasangan asal Amerika setelah pulang berpesta. Dia mengaku lelah dan akan tidur. Namun, sekitar 7,5 jam kemudian Ivana ditemukan tewas di balkon lantai enam apartemen dalam keadaan telanjang.

Gambar dari CCTV menunjukkan jika Ivana dan pasangan asal Amerika itu masuk ke apartemen di lantai 20 pada pukul 05.00 waktu setempat. Kemudian pukul 10.00 waktu setempat Ivana terjatuh dari balkon di lantai 20.

Dari petunjuk CCTV ini muncul beragam spekulasi bagaimana model yang memiliki tinggi 1,81 meter itu bisa terjatuh. Padahal tinggi pagar pembatas balkon memiliki ketinggian 1,2 meter. Apakah Ivana membungkuk atau sengaja lompat, tidak diketahui pasti.

Ayah Ivana, Marcel Smit dan istrinya menaruh curiga terkait kematian putri mereka. Pasalnya, ada memar di leher putrinya itu. Smit mendapat informasi jika pasangan Amerika itu biasa mengincar model-model muda untuk permainan seksual di apartemen mereka.

Dari hasil tes diketahui darah Ivana dan pasangan Amerika itu mengandung alkohol, ekstasi, dan amphetamine. Kejanggalan lain, menurut keluarga, adalah pakaian Ivana ditemukan. Namun sepatu dan pakaian dalamnya tidak.

Keluarga menyesalkan polisi tidak mau melakukan penyelidikan dari ponsel Ivana atau menjelaskan apakah ada temuan dugaan hubungan seksual. Pihak keluarga juga sudah meminta bantuan penyelidikan kepolisian Interpol ke Kedutaan Besar Belanda.

"Terlalu banyak kejanggalan. Pakaiannya ditemukan, tapi sepatu dan pakaian dalamnya tidak. Polisi juga tidak menyelidiki ponselnya. Polisi tidak mau menjelaskan apakah narkoba itu digunakan ketika Ivana masih hidup. Polisi tidak mau mengatakan apakah ada petunjuk terkait adanya hubungan seksual. Kami ingin investigasi penuh, apakah kematian Ivana benar sebuah insiden," ujar paman Ivana, Fred Agenjo.

Terkait pasangan Amerika ini ada media yang menyebutkan jika pasangan ini merupakan pengusaha mata uang digital asal Amerika dan istrinya berasal dari Indonesia. Namun, ada pula yang menyebutkan jika istrinya berasal dari Kazakhtan. Identitas pasangan Amerika ini belum diungkap ke publik. Keluarga menuding pasangan yang dikenal sangat kaya ini memiliki pengaruh yang bisa mengubah hasil penyelidikan kepolisian.

Sementara itu, menurut BBC pasangan ini sudah dijerat dakwaan narkotika dan berada dalam status bebas dengan jaminan. Untuk diketahui, Ivana memulai kariernya sebagai model sejak usia 13 tahun.

Dia tinggal bersama kakek dan neneknya di Penang, Malaysia. Seharusnya pada 20 Desember lalu, dia pulang ke rumah orang tuanya di Belanda untuk merayakan Natal.

Ayahnya berjuang mencari keadilan bagi putrinya itu. Smit pun menggalang dana untuk penyelidikan independen terkait kematian putri kesayangannya itu. Diduga kerena kelelahan dan stres, Smit sempat dirawat di rumah sakit karena diduga mengalami serangan jantung. Dia dirawat di RS di Belanda pada Senin, 18 Desember 2017 belum diketahui apakah dia sudah meninggalkan rumah sakit.

"Dia mengalami sesak di dadanya, rasa sakit di lengan kiri dan bagian bahubta. Tekanan darahnya juga tinggi," ujar salah satu kerabat Smit, Bart, dikutip dari New Straits Times.

(ams/aan)