DetikNews
Jumat 22 Desember 2017, 11:04 WIB

Usai Voting PBB, Erdogan: Trump Harus Cabut Keputusan Soal Yerusalem

Rita Uli Hutapea - detikNews
Usai Voting PBB, Erdogan: Trump Harus Cabut Keputusan Soal Yerusalem Foto: BBC World
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut resolusi Majelis Umum PBB yang menolak pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Kami menyambut dengan senang hati dukungan Majelis Umum PBB yang luar biasa untuk sebuah resolusi bersejarah mengenai Al-Quds Al-Sharif (Yerusalem)," tulis Erdogan lewat akun Twitter-nya seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (22/12/2017).

"Kami mengharapkan pemerintahan Trump untuk membatalkan tanpa ditunda-tunda lagi keputusannya yang disayangkan itu, yang ilegalitasnya telah ditetapkan secara jelas oleh Majelis Umum PBB," ujar Erdogan.

"Atas nama saya dan masyarakat Turki, saya menyampaikan terima kasih saya kepada semua orang yang telah mendukung perjuangan Palestina dan Al-Quds Al-Sharif," tandas Erdogan.

Dalam voting yang digelar pada Kamis (21/12) waktu setempat, sebanyak 128 negara termasuk Indonesia mendukung resolusi PBB yang menolak keputusan AS soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan menyerukan AS utnuk mencabut keputusannya itu. Adapun 9 negara menolak dan 35 negara memilih abstain.

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag menyatakan, ke-128 negara yang mendukung resolusi tersebut "menunjukkan bahwa mereka, sebagai negara berdaulat dan merdeka, tidak menyerah pada ancaman jelas dan tekanan AS." Bozdag mengatakan, hasil voting ini juga menunjukkan bahwa "rakyat Palestina dan Yerusalem tidak sendiri."

Sebelumnya pada Rabu (20/12) menjelang voting Majelis Umum PBB, Presiden Trump mengeluarkan ancaman atas negara-negara yang akan menentang AS dalam voting di Majelis Umum PBB. Trump mengancam akan memangkas dana bantuan bagi negara-negara yang menentang AS.

"Mereka mengambil jutaan dolar dan bahkan miliaran dolar dan mereka memberi suara yang menentang kita," katanya kepada para wartawan di Gedung Putih, Rabu (20/12).

"Biarkan mereka bersuara menentang kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tidak peduli," cetus Trump.



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed