DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 14:01 WIB

Badai Tropis Kai-Tak Terjang Filipina Timur, 31 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Badai Tropis Kai-Tak Terjang Filipina Timur, 31 Orang Tewas Longsor yang dipicu badai Kai-Tak di Filipina (AFP PHOTO/ALREN BERONIO)
Manila - Sedikitnya 31 orang tewas akibat tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh badai Kai-Tak atau Urduja yang menerjang wilayah Filipina bagian timur. Sebanyak 23 orang lainnya dilaporkan hilang akibat badai itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/12/2017), para korban tewas kebanyakan berasal dari pulau kecil Biliran, Visaya, Filipina bagian timur.

Badai Kai-Tak menerjang Pulau Samar dan Leyte sejak Sabtu (16/12) waktu setempat. Badai tropis ini memutuskan aliran listrik untuk 39 kota, merusak jalanan dan jembatan setempat. Sekitar 87.700 orang terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing.

Jumlah korban tewas akibat badai Kai-Tak ini sedikit simpang siur. Dengan kantor berita Philippines News Agency (PNA) melaporkan pada Minggu (17/12) waktu setempat, seperti dilansir CNN, bahwa korban tewas akibat longsor mencapai 27 orang. Sedangkan Gubernur Biliran, Gerardo Espina, menyebut korban tewas mencapai 26 orang.

Banjir yang dipicu badai Kai-Tak di FilipinaBanjir yang dipicu badai Kai-Tak di Filipina Foto: AFP PHOTO/ALREN BERONIO

Namun tidak diketahui pasti apakah jumlah korban tewas ini sudah termasuk tiga korban tewas, termasuk balita berusia 2 tahun, yang diumumkan Sabtu (16/12) waktu setempat. Pejabat dari Badan Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana setempat, Sofronio Dacillo, menyebut para korban tewas itu berasal dari empat kota di Provinsi Biliran.

"Bebatuan sebesar mobil jatuh menimpa rumah-rumah dari semen setelah hujan deras terus mengguyur selama tiga hari berturut-turut. Ada enam keluarga yang tinggal di sana namun tidak mau dievakuasi," ucap Lilibeth Morillo dari Kepolisian Biliran kepada AFP.

Sekitar 15.500 penumpang terjebak di pulau-pulau yang dilanda badai karena layanan kapal feri terhenti. "Saya sudah terdampar selama tiga hari, tidur di dalam bus, dan saya hanya ingin segera pulang ke keluarga saya untuk Natal," ucap Eliaquin Pilapil (55), seorang petani yang terjebak di pelabuhan kota Matnog, Provinsi Sorsogon, akibat badai Kai-Tak ini.

Badai Kai-Tak dilaporkan mulai melemah pada Minggu (17/12) sore waktu setempat. Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan akan terbang ke area terdampak badai dalam waktu dekat.

"Ada banyak kehancuran di sana. Ada tempat-tempat yang jembatannya hancur dan saya ingin melihat sendiri apa yang bisa dilakukan pemerintah di sana," ucap Duterte dalam pernyataannya soal badai Kai-Tak.

Banjir yang dipicu badai Kai-Tak di FilipinaBanjir yang dipicu badai Kai-Tak di Filipina Foto: AFP PHOTO/ALREN BERONIO

Badai Kai-Tak ini mengingatkan warga Filipina pada topan super Haiyan yang pada tahun 2013 lalu juga melanda wilayah Samar dan Leyte. Saat itu lebih dari 7.350 orang tewas atau hilang akibat topan Haiyan.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed