Dennis Rodman Sebut Trump dan Kim Jong-Un Miliki Kemiripan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 13 Des 2017 18:31 WIB
Ilustrasi (Kiagoos Auliansyah/detikcom)
Beijing - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un beberapa kali terlibat perang kata-kata dan saling melempar hinaan. Namun mantan bintang basket NBA, Dennis Rodman, menyebut Trump dan Kim Jong-Un memiliki kemiripan.

Rodman yang mantan pemain basket Chicago Bulls, tim kesukaan Kim Jong-Un ini, telah beberapa kali mengunjungi Korut. Dia juga pernah ikut dalam acara televisi 'Celebrity Apprentice' yang dipandu Trump. Rodman dipecat Trump dalam acara televisi yang sempat populer itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/12/2017), Rodman mengutarakan keyakinannya bahwa Trump dan Kim Jong-Un yang sama-sama susah ditebak, merupakan 'orang yang sebenarnya cukup mirip'.

"Mereka suka mengendalikan," ucap Rodman kepada AFP di Beijing, China, pada Selasa (12/12) waktu setempat.

Lebih lanjut, Rodman menyebut ancaman nuklir dari Korut merupakan 'hiburan' yang tidak berbahaya. "Tidak ada yang meletakkan jarinya di tombol," imbuhnya.


Di saat ketegangan terus meningkat antara AS dengan Korut, Rodman yang kini berusia 56 tahun menempatkan dirinya sebagai 'pembuat perdamaian internasional' yang siap membantu terwujudnya kesempatan antara kedua negara.

Rodman meyakini dirinya bisa 'meredakan' ketegangan dan membantu komunikasi antara AS dan Korut. Saat dirinya berkunjung ke Korut pada tahun 2013 dan 2014 lalu, Rodman menyebut Kim Jong-Un 'memberikan tiga hal ... untuk disampaikan ke presiden AS'.

"Mereka (Korut-red) meminta kami: Bisakah Anda kembali ke Amerika untuk meminta mereka melakukan hal-hal ini untuk kami?" ucap Rodman.

Selama bertahun-tahun, Rodman terus merahasiakan tiga permintaan Korut yang disebutnya 'cukup beralasan' ini. Hal itu karena, menurut Rodman, Kim Jong-Un memberitahunya bahwa menjadi 'penengah' bisa membahayakan nyawanya.

Permintaan Korut itu disampaikan saat Trump belum menjadi Presiden AS. "Semua hal antara saya, (Kim) dan Donald Trump -- ini merupakan dinamika yang berbeda saat ini. Saya mengatakan kepadanya (Trump-red) bahwa saya memiliki tiga hal yang harus dikatakan kepada Anda, dan setelah itu, dia meminta saya pergi," tutur Rodman.


Rodman tiba di China pada Senin (11/12) waktu setempat, usai berkunjung ke Tokyo, Jepang dan Guam, wilayah AS yang ada di Pasifik. Dia berharap untuk kembali mengunjungi Pyongyang, yang telah lima kali dikunjunginya, untuk membuat dokumenter dan menulis buku soal hubungannya dengan Kim Jong-Un. Namun harapannya terhalang aturan pemerintah AS yang melarang setiap warganya berkunjung ke Korut.

(nvc/ita)