Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/12/2017), pemuda bernama Kaan Sercan Damlarkaya (18) yang merupakan warga negara AS ini, ditangkap di Houston pada Jumat (8/12) lalu. Damlarkaya ditangkap setelah Biro Investigasi Federal (FBI) menyelidiki dirinya selama beberapa waktu terakhir.
Penyelidikan FBI mendapati bahwa Damlarkaya merencanakan perjalanan ke luar negeri untuk bertempur bersama ISIS, atau jika dia gagal, dia berencana melakukan serangan di AS.
"Dakwaan juga mengindikasikan Damlarkaya menanyakan apakah dirinya boleh meninggalkan video perpisahan untuk dipublikasikan, setelah dia melakukan serangan yang menewaskan dirinya demi menginspirasi orang lain," demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS.
Kepada sejumlah agen FBI yang menyamar, Damlarkaya juga mengungkapkan cara merakit senapan serbu AK-47 atau AR-15 dengan bagian-bagian yang mudah didapat. Tidak hanya itu, Damlarkaya juga menerangkan cara merakit bom panci tekan via komunikasi online.
Disebutkan dalam dokumen dakwaan bahwa Damlarkaya berupaya pergi ke Suriah sebanyak dua kali, namun gagal.
Damlarkaya kini dalam penahanan otoritas setempat sembari menunggu sidang yang akan digelar 14 Desember mendatang.
(nvc/imk)











































