DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 17:15 WIB

Surat Terbuka Kepala Gereja-gereja di Yerusalem untuk Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Surat Terbuka Kepala Gereja-gereja di Yerusalem untuk Trump Ilustrasi (BBC Magazine)
Yerusalem - Patriark dan Kepala Gereja-gereja Lokal di Yerusalem mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang baru saja mengumumkan pengakuan resmi AS tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Apa isi surat itu?

Surat terbuka itu dilampirkan oleh Uskup Canterbury Justin Welby yang merupakan uskup paling senior dalam Gereja Inggris, lewat akun Twitternya pada 6 Desember. "Surat dari kepala-kepala Gereja di Yerusalem untuk Presiden @realDonaldTrump," tulis Uskup Welby sambil me-mention langsung akun Twitter pribadi Trump.

Dalam surat terbuka yang ditulis di Yerusalem tertanggal 6 Desember itu, para kepala gereja Yerusalem memberikan penjelasan mengenai status Yerusalem kepada Trump. Pada intinya mereka meminta Trump untuk tetap mempertahankan status quo atau status internasional Yerusalem yang selama ini berlaku.

"Tanah kami disebut sebagai tanah perdamaian. Yerusalem, kota Tuhan, adalah sebuah kota perdamaian bagi kami dan bagi dunia. Sayangnya, meskipun, tanah suci kami dengan Yerusalem sebagai Kota Suci, hari ini menjadi tanah konflik," demikian bunyi surat terbuka itu seperti dikutip detikcom, Kamis (7/12/2017).


Disebutkan bahwa tiga agama -- Yahudi, Islam, dan Kristen -- yang ada di Yerusalem selalu meminta perdamaian dalam doa-doanya.

"Pak Presiden, kami mengikuti, dengan kekhawatiran, laporan-laporan kemungkinan perubahan soal bagaimana Amerika Serikat memahami dan menangani status Yerusalem. Kami yakin langkah-langkah semacam itu akan meningkatkan kebencian, konflik, kekerasan dan penderitaan di Yerusalem dan Tanah Suci, membawa kita menjauh dari tujuan persatuan dan semakin mendalam pada pemecah-belahan yang menghancurkan," sebut kepala-kepala Gereja di Yerusalem dalam suratnya.

"Kami meminta kepada Anda, Pak Presiden, untuk membantu kami berjalan menuju cinta kasih dan perdamaian yang pasti, yang tidak bisa tercapai tanpa Yerusalem diperuntukkan bagi semua," imbuh surat terbuka itu.

"Saran dan permohonan serius kami adalah agar Amerika Serikat terus mengakui status internasional Yerusalem saat ini. Setiap perubahan mendadak akan memicu bahaya yang tidak bisa diperbaiki," imbau mereka untuk Trump.


Para kepala gereja di Yerusalem meyakini bahwa Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi. Mereka menyebut, Yerusalem bisa dibagi dan dinikmati secara penuh oleh setiap orang yang tinggal di dalam Kota Suci itu.

"Menjelang Natal ini, kami memohon agar Yerusalem tidak dijauhkan dari perdamaian, kami meminta Anda Pak Presiden, untuk membantu kami mendengarkan suara malaikat. Sebagai pemimpin umat Kristen di Yerusalem, kami mengundang Anda untuk berjalan bersama kami dalam harapan, bahwa kita bisa membangun perdamaian yang inklusif, adil untuk semua warga kota unik ini dan Kota Suci," demikian bunyi surat terbuka itu.



(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed