DetikNews
Kamis 07 Desember 2017, 12:39 WIB

Korban Pelecehan Seksual Jadi TIME Person of The Year 2017

Niken Purnamasari - detikNews
Korban Pelecehan Seksual Jadi TIME Person of The Year 2017 Foto: TIME
New York - Majalah TIME memilih korban pelecehan seksual sebagai Person of The Year 2017. Wajah mereka menghiasi cover majalah, mulai dari Taylor Swift hingga aktris Ashley Judd.

'The silence breaker', begitu julukan yang diberikan TIME kepada korban pelecehan seksual tersebut. Mereka terdiri dari wanita dan pria yang berani berbicara tentang pelecehan seksual yang dialaminya.

Pemilihan 'the silence breaker' tak terlepas dari gerakan hashtag #MeToo yang viral dan menjadi trending topic di Twitter beberapa lalu. Hashtag muncul setelah skandal pelecehan yang dilakukan produser Harvey Weinstein terkuak.

"Ini adalah perubahan sosial yang paling cepat yang kami lihat dalam beberapa dekade. Tindakan berani baik wanita maupun pria yang menceritakan kisah mereka sendiri," ujar Pemimpin Redaksi TIME, Edward Felshental, seperti dilansir dari BBC, Kamis (7/12/2017).

Ada dua selebriti yang ditampilkan di cover majalah edisi Person of The Year TIME. Mereka adalah Taylor Swift dan Ashley Judd.

Beberapa waktu lalu, Taylor menang gugatan dalam kasus pelecehan seksual terhadap dirinya. Aksi itu dilakukan oleh DJ David Mueller. Taylor mengaku disentuh bokongnya oleh David saat berfoto bersama.

Delapan orang juri memutuskan David Mueller bersalah dalam kasus pelecehan seksual tersebut. Taylor Swift pun mendapatkan ganti rugi sebesar US $1 juta atau setara dengan Rp 13,3 miliar.

Sementara Ashley Judd muncul sebagai salah satu artis yang berani mengungkapkan pelecehan Harvey Weinstein. Ashley mengaku bertemu dengan produser eksekutif The Lord of The Rings itu di sebuah hotel di Los Angeles.

Saat itu, Ashley mengatakan Harvey hanya mengenakan bathrobe sebelum kemudian meminta sang aktris untuk melihatnya mandi.

"Bagaimana caranya aku keluar dari ruangan tersebut secepat mungkin tanpa mengacuhkan Harvey Weinstein? Aku merasa panik, merasa terpenjara," ujar Ashley Judd.

Tak cuma Ashley, lebih dari 20 perempuan, termasuk bintang terkenal seperti Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, dan Rose McGowan- mengungkapkan sejumlah tuduhan atas Harvey.

"Saat ini, tidak memiliki pemimpin atau satu bahasa tunggal untuk menyatukan. Hashtag #MeToo menjadi solidaritas bagi jutaan orang untuk maju dengan cerita mereka," tulis majalah TIME.

Selain itu ada pula Isabel Pascual (bukan nama sebenarnya), seorang pemetik stroberi dari Meksiko, Adama Iwu pelobi korporat dan Susan Fowler yang merupakan mantan insinyur Uber. Para korban tersebut kompak berbaju hitam dengan ekspresi wajah yang menunjukan perasaan mereka.

"Para wanita dan pria yang telah menghancurkan keheningan dan diam mereka dari semua ras, semua kelas pendapatan, semua pekerjaan dan hampir di seluruh penjuru dunia," tulis TIME.
(nkn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed