DetikNews
Selasa 05 Desember 2017, 09:11 WIB

Redakan Ketegangan, Utusan PBB Lakukan Kunjungan Langka ke Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Redakan Ketegangan, Utusan PBB Lakukan Kunjungan Langka ke Korut Foto situasi di Korut pada 19 Juli 2017 (REUTERS/Kim Hong-Ji)
New York - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan kunjungan langka ke Korea Utara (Korut). Kunjungan ini bertujuan meredakan ketegangan yang dipicu peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, Hwasong-15.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/12/2017), kunjungan tak biasa yang dilakukan utusan PBB Jeffrey Feltman ini dimulai pada Selasa (5/12) hingga Jumat (8/12) mendatang. Kunjungan ini nyaris bersamaan dengan digelarnya latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel).

Sebelum berangkat ke Pyongyang, Feltman yang menjabat Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik ini mengunjungi Beijing, China pada Senin (4/12) waktu setempat. China merupakan satu-satunya sekutu militer dan diplomatik Korut.


Dituturkan juru bicara PBB, Stephane Dujarric, Feltman akan membahas 'isu-isu yang menjadi kepentingan dan kekhawatiran bersama' dengan para pejabat Korut. Dujarric mengaku tidak tahu pasti apakah Feltman akan bertemu langsung dengan Kim Jong-Un selama berada di Korut.

Kunjungan ini menjadi kunjungan pertama Feltman ke Korut sejak dia menjabat 5 tahun lalu. Kunjungan ini disebut langka karena menjadi kunjungan pertama dari seorang Wakil Sekjen PBB ke Korut dalam lebih dari 7 tahun terakhir.

Dujarric menambahkan, Feltman juga akan menemui para diplomat asing dan para pekerja misi kemanusiaan PBB di Korut. Kunjungan Feltman ini merupakan tanggapan atas undangan Korut yang disampaikan saat Sidang Majelis Umum PBB pada September lalu.


Saat ditanya apakah kunjungan Feltman ini untuk mempersiapkan kunjungan lanjutan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres, Dujarric menjawab diplomatis dengan menyebut Sekjen Guterres selalu siap menjalankan misi jika diperlukan.

AS dan Korsel menggelar latihan militer gabungan bernama 'Vigilant Ace' mulai Senin (4/12) hingga Jumat (8/12) mendatang. Lebih dari 230 pesawat akan dilibatkan, termasuk jet tempur siluman F-22 Raptor milik AS. Korut mengecam keras latihan gabungan itu dengan menyebutnya sebagai provokasi terbuka, yang bisa mengarah pada perang nuklir kapan saja.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed