Senator Minta Pentagon Pulangkan Keluarga Tentara AS dari Korsel

Senator Minta Pentagon Pulangkan Keluarga Tentara AS dari Korsel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Des 2017 16:51 WIB
Senator Minta Pentagon Pulangkan Keluarga Tentara AS dari Korsel
Senator AS Lindsey Graham (REUTERS/Aaron P. Bernstein/File Photo)
Washington DC - Senator ternama Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham meminta agar Departemen Pertahanan AS atau Pentagon mulai memulangkan pasangan dan anak-anak para tentara militer yang bertugas di Korea Selatan (Korsel). Pemulangan ini mengingat konflik dengan Korea Utara (Korut) semakin dekat.

Senator Graham juga meminta agar Pentagon tidak lagi mengirimkan istri dan anak-anak para tentara AS ke Korsel, di tengah ketegangan yang semakin meningkat di Semenanjung Korea.

"Sungguh gila mengirimkan pasangan dan anak-anak (tentara AS) ke Korea Selatan mengingat provokasi Korea Utara," ucap Graham yang merupakan Senator Partai Republik anggota Komisi Angkatan Bersenjata Senat AS ini, seperti dilansir Reuters, Senin (4/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saya ingin mereka (Pentagon-red) berhenti mengirimkan keluarga (para tentara AS) dan saya pikir sekarang saatnya untuk mulai memindahkan para keluarga Amerika keluar dari Korea Selatan," imbuh Graham dalam acara televisi CBS 'Face the Nation'.


AS menugaskan sekitar 28.500 tentara ke Korsel sejak berakhirnya Perang Korea tahun 1950-1953 silam. Perang itu hanya diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga secara teknis Korsel masih berperang dengan Korut.

Pada Rabu (29/11) lalu, Korut meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis baru, Hwasong-15, yang diperkirakan bisa mengudara sejauh 13 ribu kilometer dan mampu menjangkau wilayah AS termasuk Washington DC.

Senator Graham menyebut perkembangan rudal Korut ini menunjukkan konflik semakin dekat. Pemerintahan Presiden Trump telah berulang kali menyatakan semua opsi masih terbuka dalam menghadapi Korut, termasuk opsi militer.

"Kita semakin dekat ke konflik militer karena Korea Utara terus bergerak untuk mengawinkan teknologi sebuah ICBM dengan sebuah senjata nuklir di ujungnya, yang tidak hanya mampu menjangkau Amerika, tapi juga mengantarkan senjata itu. Kita kehabisan waktu," ujar Graham kepada CBS.


Pentagon enggan memberikan komentar terkait hal ini dan meminta pertanyaan disampaikan kepada Komando Pasifik AS.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads