Arab Saudi Merehabilitasi Para Militan di Fasilitas Bintang Lima

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Nov 2017 14:55 WIB
Kolam renang di fasilitas rehabilitasi Pusat Perawatan dan Konseling Mohammed bin Nayef di Riyadh (AFP)
Riyadh - Pemerintah Arab Saudi merehabilitasi para militan di sebuah fasilitas ala hotel bintang lima. Fasilitas yang berlokasi di ibu kota Riyadh ini bahkan dilengkapi kolam renang indoor dan pusat kebugaran.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/11/2017), keberadaan Pusat Perawatan dan Konseling Mohammed bin Nayef ini menyoroti strategi kontroversial dalam menangkal ekstremis. Dengan pertempuran global melawan terorisme sering dikaitkan dengan serangan drone dan penyiksaan, pendekatan berbeda diterapkan fasilitas rehabilitasi ini. Filosofi yang dipegang adalah ekstremisme membutuhkan penyembuhan ideologi, bukan pemaksaan.

"Anda tidak bisa melawan terorisme dengan kekerasan. Hanya gagasan yang bisa melawan gagasan," tegas pakar psikologi pendidikan, Ali al-Afnan, yang bertugas di fasilitas ini.

Para ulama dan psikolog mengawasi langsung para militan yang direhabilitasi di fasilitas ini. Mereka berupaya mencegah para militan untuk kembali berjihad, melalui hal-hal seperti konseling keagamaan dan detoksifikasi ideologi.

"Fokus kami adalah memperbaiki pola pemikiran mereka, pemahaman mereka yang salah, penyimpangan mereka dari Islam," ujar Direktur Pusat Perawatan dan Konseling ini, Yahya Abu Maghayed. Maghayed memberikan penjelasan kepada AFP sambil berkeliling fasilitas yang ditanami banyak pohon palem ini dengan mobil golf.


Militan yang dirawat di fasilitas ini telah menjadi terpidana dalam kasus terorisme. Namun bukannya menjalani hukuman di penjara, mereka ditempatkan di fasilitas ini untuk menjalani rehabilitasi dan deradikalisasi. Maghayed menegaskan, setiap militan yang direhabilitasi di fasilitas ini masih bisa dikembalikan ke penjara atau disidang kembali, jika dalam waktu 3 bulan mereka menolak untuk berubah.

Di fasilitas ini, para militan dirumahkan di sejumlah gedung, yang di dalamnya terdapat ranjang besar dan televisi layar besar. Setiap gedung dilengkapi halaman dengan rumput hijau yang asri.

Kebanyakan militan di fasilitas ini adalah mereka yang terkait kelompok radikal Al-Qaeda dan Taliban. Jurnalis AFP yang melihat langsung fasilitas ini menyebut, beberapa militan yang memakai jubah putih berjalan dengan bebas di dalamnya. Mereka memiliki akses ke pusat kebugaran yang luas, ruang makan yang besar dan apartemen khusus bagi istri-istri mereka yang datang berkunjung.

Dijelaskan Maghayed, fasilitas ini bertujuan untuk membuat para militan yang direhabilitasi merasa seperti orang normal dan masih memiliki kesempatan untuk kembali ke masyarakat.

Fasilitas rehabilitasi yang didirikan tahun 2004 ini, diklaim telah menangani lebih dari 3.300 pria yang dinyatakan bersalah atas kejahatan terkait terorisme, termasuk beberapa tahanan Guantanamo yang dipulangkan. Maghayed menyebut fasilitas ini memiliki angka kesuksesan 86 persen, dengan kebanyakan mereka yang ditangani tidak kembali ke jihad sekitar satu dekade setelah 'lulus' dari fasilitas ini.

Maghayed menyebut hanya sejumlah kecil yang kembali terjun ke dunia jihad kekerasan.

(nvc/ita)