Kepolisian Bangladesh menyatakan, pencarian besar-besaran tengah dilakukan untuk menemukan pastor bernama Walter William Rosario tersebut. Pria berumur 40 tahun itu berasal dari desa yang sama di Bangladesh utara, tempat para ekstremis membunuh seorang warga Katolik saat dia membuka tokonya.
Rosario juga menjabat sebagai sebagai kepala sekolah dari sebuah sekolah Katolik di distrik Natore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerves Rosario, uskup di kota Rajshahi, meyakini bahwa pastor tersebut telah diculik. Dikatakannya, warga Katolik di wilayah tersebut sangat khawatir akan nasib pastor tersebut.
"Dia yang mengorganisir sekitar 300 orang Katolik untuk pergi ke ibu kota Dhaka untuk menemui Paus dan mengikuti misa kudusnya. Namun kepergiannya telah merusak kegembiraan mereka. Mereka sudah tak ingin lagi pergi ke Dhaka," ujar uskup tersebut.
Keluarga Rosario telah menerima sebuah panggilan telepon dari seseorang yang menggunakan nomor telepon Rosario dan menuntut uang tebusan. Namun kepolisian Bangladesh meyakini bahwa hal itu hoax belaka.
Paus Fransiskus dijadwalkan tiba di Bangladesh pada Kamis (30/11) besok setelah lebih dulu berkunjung ke Myanmar. Kunjungan tersebut akan menjadi kunjungan pertama oleh seorang Paus ke Bangladesh dalam waktu 31 tahun. Kunjungan ini dilakukan di tengah berlangsungnya konflik di Rakhine, Myanmar yang telah menyebabkan lebih dari 620 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. (ita/ita)











































