DetikNews
Jumat 24 November 2017, 15:29 WIB

Tentaranya Membelot, Korut Pecat 40 Orang dan Perketat Perbatasan

Novi Christiastuti - detikNews
Tentaranya Membelot, Korut Pecat 40 Orang dan Perketat Perbatasan Pekerja Korut menggali selokan lebih dalam di area perbatasan (foto diambil dari wilayah Korsel pada 22 November) (Handout via REUTERS)
Seoul - Korea Utara (Korut) memecat puluhan tentara yang menjaga perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel), setelah seorang tentara membelot ke Korsel. Salah satu bagian perbatasan kedua Korea juga mengalami pengetatan keamanan usai insiden pembelotan itu.

Seorang pejabat intelijen yang dikutip kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, menyebut otoritas Korut telah memecat 35-40 tentara yang bertugas menjaga Area Keamanan Gabungan (JSA) saat insiden pembelotan terjadi pada Senin (13/11) lalu.

"Kami terus memantau dengan seksama pergerakan militer Korut di dalam JSA. Ada keterbatasan soal hal-hal yang kami ketahui yang bisa kami ungkapkan," ucap pejabat Kementerian Pertahanan Korsel kepada wartawan setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/11/2017).

Pembelot Korut itu terkena sejumlah tembakan dan mengalami luka parah, sebelum diselamatkan sejumlah tentara Korsel yang dibantu tentara Amerika Serikat (AS) yang bertugas di Korsel. Pembelot itu dilaporkan telah sadar setelah sempat kritis di rumah sakit.


Pada Rabu (22/11), sejumlah diplomat senior yang berbasis di Seoul mengunjungi JSA yang terletak di desa Panmunjom, yang merupakan desa gencatan senjata. Dalam kunjungan itu, terpantau aktivitas tak biasa dari Korut. Di dekat garis perbatasan yang tadinya menjadi rute pelarian tentara pembelot itu, sedang dilakukan pengerjaan penggalian.

Seorang anggota delegasi diplomatik yang berkunjung ke JSA mengatakan kepada Reuters, mereka melihat langsung lima pekerja Korut sedang menggali sebuah selokan yang sangat dalam di area yang sebelumnya dilalui tentara pembelot.

JSA merupakan area selebar 800 meter berbentuk lingkaran tidak sempurna, yang terbagi oleh Garis Demarkasi Militer (MDL) yang memisahkan Korut dan Korsel. JSA pada dasarnya merupakan area netral yang membebaskan pergerakan dari kedua pihak. Saat tentara Korut yang membelot berusaha melarikan diri ke wilayah Korsel, dia berhasil melintasi MDL dan berada di JSA sisi Korsel. Tentara Korut lainnya yang mengejarnya tidak bisa mendekat.


Tentara pembelot itu nekat berlari ke wilayah Korsel, setelah jeep yang dikemudikannya menyangkut di selokan kecil yang ada di area perbatasan. Pengejaran diwarnai penembakan oleh tentara Korut lainnya, yang salah satunya sempat melewati garis demarkasi sehingga dituding melanggar wilayah Korsel.

Dalam foto yang diunggah ke Twitter oleh pelaksana tugas Duta Besar AS untuk Korsel, Marc Knapper, terlihat para pekerja Korut itu menggali dengan sekop. Penggalian dilakukan di wilayah Korut yang ada di JSA. Sejumlah tentara Korut berdiri di dekat para pekerja dan mengawasi mereka.

"Para pekerja diawasi dengan seksama oleh personel KPA (militer Korut), tidak hanya dua orang yang terlihat di foto, tapi beberapa personel lainnya berdiri di belakang gedung," tutur diplomat yang enggan disebut namanya, menjelaskan aktivitas tak biasa yang dilihatnya di JSA.


Terdapat sejumlah gedung di dalam JSA, dengan beberapa gedung dikuasai oleh Korut dan yang lain dikendalikan oleh Korsel bersama pasukan PBB. Kesepakatan soal JSA ditandatangani saat kedua Korea sepakat melakukan gencatan senjata usai perang Korea tahun 1950-1953 silam.

Selain menggali selokan lebih dalam, Korut juga menanam dua pohon baru di area kecil antara selokan itu dan di dekat area Korsel. Diduga penanaman pohon ini untuk mempersulit upaya pembelotan yang sama di kemudian hari.

Korut sendiri belum mengomentari secara resmi insiden pembelotan itu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed