DetikNews
Jumat 24 November 2017, 14:16 WIB

AS Hentikan Pencarian 3 Tentara yang Hilang di Laut Filipina

Novi Christiastuti - detikNews
AS Hentikan Pencarian 3 Tentara yang Hilang di Laut Filipina Pesawat militer AS jatuh saat terbang ke USS Ronald Reagan (REUTERS/Tim Kelly)
Washington DC - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menghentikan pencarian tiga tentara yang belum ditemukan di Laut Filipina, sebelah selatan Jepang. Ketiga tentara AS itu hilang setelah pesawat militer yang mereka tumpangi jatuh di lautan.

"Selama dua hari pencarian, delapan kapal Angkatan Laut AS dan Pasukan Pertahanan Maritim Jepang, tiga skuadron helikopter dan pesawat patroli maritim menyisir 1.000 mil laut persegi (3.429 kilometer persegi)," demikian pernyataan Armada Ketujuh AS, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/11/2017).

Pesawat militer AS jenis C-2 Greyhound yang membawa 11 personel militer AS itu, jatuh di perairan sekitar 930 kilometer sebelah tenggara Okinawa Jepang, pada Rabu (22/11) waktu setempat. Pesawat militer itu jatuh saat terbang menuju kapal induk AS, USS Ronald Reagan, yang ada di perairan Pasifik.


Delapan tentara AS di dalam pesawat itu berhasil diselamatkan. Sedangkan tiga tentara lainnya dilaporkan masih hilang.

"Pikiran dan doa kami bersama rekan sekapal kami yang gugur dan keluarga mereka," ucap Laksamana Pertama Marc Dalton yang merupakan Komandan Gugus Tugas 70, seperti dilansir CNN.

"Menyadari betapa sulitnya situasi, kami berterima kasih atas respons efektif dan cepat yang berujung penyelamatan delapan rekan sekapal, dan saya mengapresiasi profesionalisme dan dedikasi yang ditunjukkan oleh semua pihak yang berpartisipasi dalam upaya pencarian," imbuh pernyataan itu.

Angkatan Laut AS tidak merilis nama ketiga tentara yang gugur dalam insiden ini.


Insiden ini merupakan insiden terbaru yang menimpa armada militer AS di Pasifik. Beberapa waktu terakhir, telah terjadi dua insiden yang melibatkan kapal perang AS di Pasifik, yang menimbulkan korban jiwa. Insiden semacam ini memicu pertanyaan soal pelatihan dan aktivitas operasi militer AS di kawasan Pasifik.

Pihak Angkatan Laut AS menyatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. Namun sebelumnya, Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, menuturkan kepada wartawan bahwa Angkatan Laut AS menduga penyebab kecelakaan itu adalah gangguan mesin.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed