DetikNews
Jumat 24 November 2017, 13:56 WIB

Netanyahu Akui Soal Hubungan Rahasia Israel dengan Negara Arab

Rita Uli Hutapea - detikNews
Netanyahu Akui Soal Hubungan Rahasia Israel dengan Negara Arab Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Baz Ratner)
Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa rezimnya memiliki hubungan yang rahasia namun bermanfaat dengan pemerintah negara-negara Arab. Netanyahu pun menyampaikan keyakinan bahwa perdamaian antara musuh-musuh "akan terjadi pada akhirnya."

"Kerja sama kita yang bermanfaat dengan negara-negara Arab merupakan rahasia umum, namun saya yakin bahwa hubungan dengan mereka akan terus meningkat dan bahwa ini akan memungkinkan kita untuk memperluas lingkaran perdamaian," kata Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/11/2017).

Hal tersebut disampaikan Netanyahu dalam pidatonya untuk memperingati 44 tahun wafatnya David Ben Gurion yang disebut sebagai pendiri Israel.

"Warga negara-negara tetangga akan bekerja sama dengan kita karena jika tidak, mereka akan terpaksa bekerja sama dengan para pedagang budak asing," imbuh pemimpin negeri Yahudi itu.

Sebelumnya pada Minggu (19/11) waktu setempat, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz membeberkan bahwa pemerintah Israel telah menjalin hubungan rahasia dengan banyak negara Arab dan muslim. Menteri tersebut mengatakan, Israel punya kewajiban untuk tidak menyebutkan negara-negara itu atas permintaan negara-negara bersangkutan.

"Kami punya hubungan, beberapa di antaranya rahasia, dengan banyak negara Arab dan muslim," kata Steinitz dalam wawancara dengan radio militer Israel.

Ketika ditanyai mengenai hubungan dengan Arab Saudi, Steinitz menyatakan, Saudi menginginkan agar hubungan dengan Israel dirahasiakan dan Tel Aviv tak keberatan dengan itu.

"Biasanya yang menginginkan hubungan tersebut dirahasiakan adalah pihak lain," tuturnya.

"Tapi kami menghormati keinginan pihak lain, ketika hubungan sedang berkembang, apakah itu dengan Arab Saudi atau dengan negara-negara Arab atau negara-negara muslim lainnya, dan masih banyak lainnya ... namun kami merahasiakannya," imbuh Steinitz.

Meski Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, namun keduanya memiliki musuh yang sama, yakni Iran. Kedua negara tersebut sama-sama menginginkan untuk membatasi pengaruh Iran yang kini meluas di Timur Tengah.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed