Akhiri Drama Politik Zimbabwe, Mnangagwa 'Si Buaya' Gantikan Mugabe

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Nov 2017 10:28 WIB
Emmerson Mnangagwa (tengah) (REUTERS/Mike Hutchings)
Harare - Mantan wakil presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, akan dilantik menjadi Presiden Zimbabwe yang baru, menggantikan Robert Mugabe yang mengundurkan diri. Mnangagwa akan dilantik pada Jumat (24/11) waktu setempat, sebagai babak akhir drama politik yang melengserkan Mugabe dari tampuk kekuasaan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (24/11/2017), Mnangagwa (75) akan diambil sumpahnya dalam upacara pelantikan yang digelar di stadion olahraga nasional di pinggiran Harare, ibu kota Zimbabwe. Ribuan orang, mulai dari pendukung, pejabat tinggi hingga diplomat asing akan hadir.

"Datang dan jadilah saksi diukirnya sejarah, momen bersejarah menyambut era baru dan negara yang lebih baik," demikian pernyataan Partai ZANU-PF yang berkuasa di Zimbabwe, meminta warga untuk menghadiri pelantikan Mnangagwa.


Rangkaian bus telah disiapkan untuk mengantarkan para pendukung Mnangagwa ke lokasi pelantikan yang berkapasitas menampung 60 ribu orang.

Televisi nasional Zimbabwe melaporkan Mugabe mungkin saja hadir dalam pelantikan itu, namun belum ada pejabat resmi yang mengkonfirmasinya.

Mugabe (93) yang memerintah selama 37 tahun berturut-turut ini lengser dari kursi kepresidenan pekan ini, setelah militer melakukan intervensi dengan mengambil alih kekuasaan. Aksi militer itu dilakukan usai Mugabe mencopot Mnangagwa dari posisi Wakil Presiden.

Pemecatan Mnangagwa disinyalir sebagai upaya terselubung untuk menjadikan istri Mugabe, Grace (52), sebagai presiden baru jika Mugabe lengser karena kesehatannya yang semakin memburuk.


Mnangagwa kembali ke Zimbabwe pada Rabu (22/11) kemarin, setelah kabur ke luar negeri usai dipecat karena khawatir akan keselamatannya. Di hadapan pendukung yang menyambutnya, Mnangagwa menjanjikan rakyat Zimbabwe akan menyaksikan 'demokrasi penuh yang baru'.

"Rakyat telah berbicara. Suara rakyat adalah suara Tuhan," ucapnya saat itu.

Mnangagwa yang tadinya merupakan sekutu lama Mugabe ini, dijuluki 'Sang Buaya' karena kezaliman dan aksinya yang kerap diam-diam. Dia dituding mengawasi pembantaian etnis oleh militer Zimbabwe tahun 1980-an dan saat pilpres 2008 lalu. Namun kelompok oposisi utama, Pergerakan Perubahan Demokratis, meyakini Mnangagwa tidak akan sejahat, sekorup dan seburuk Mugabe.


Mugabe memimpin Zimbabwe sejak tahun 1980, saat negara itu merdeka dari Inggris. Kepemimpinannya diwarnai kebrutalan dan praktik mengisolasi Zimbabwe dari internasional. Di bawah Mugabe, perekonomian Zimbabwe kolaps dan angka pengangguran mencapai di atas 90 persen.

(nvc/ita)