8 Wanita Mengaku Jadi Korban Pelecehan Seks Penyiar TV Charlie Rose

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 21 Nov 2017 13:58 WIB
Charlie Rose (Foto: Getty Images)
Washington - Delapan wanita mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual penyiar televisi terkenal di Amerika Serikat, Charlie Rose. Pelecehan seks tersebut bervariasi mulai dari telepon cabul, tampil bugil di depan mereka dan perbuatan tak senonoh lainnya.

Para wanita tersebut merupakan staf ataupun orang yang ingin bekerja untuk Rose di program acara TV "Charlie Rose" mulai tahun 1990-an hingga yang terbaru pada tahun 2011. Usia mereka saat itu mulai dari 21 tahun hingga 37 tahun. Rose (75) yang acaranya ditayangkan di TV Bloomberg dan PBS, juga ikut membawakan program TV "CBS This Morning" dan menjadi koresponden untuk program acara "60 Minutes."

Dari kedelapan wanita tersebut, tiga orang di antaranya membeberkan kisah mereka secara terang-terangan kepada media The Washington Post. Lima wanita lainnya meminta identitas mereka dirahasiakan.

Salah satu wanita, Reah Bravo merupakan tenaga magang dan kemudian menjadi wakil produser untuk acara Rose di PBS mulai tahun 2007. Dalam wawancara dengan The Washington Post, wanita itu menyebutkan bahwa pelecehan seks dialaminya saat bekerja untuk Rose di kediaman resminya, juga saat berkendara bersamanya di dalam mobil, di sebuah kamar hotel dan di atas sebuah pesawat pribadi.

"Dia predator seksual, dan saya korbannya," cetus Bravo seperti dilansir The Washington Post, Selasa (21/11/2017).

Kyle Godfrey-Ryan salah satu asisten Rose pada pertengahan tahun 2000-an, menyebut setidaknya 12 kali Rose berjalan dalam keadaan bugil di depannya saat dia bekerja di salah satu rumah Rose di New York City. Disebut Godfrey-Ryan, Rose juga kerap meneleponnya malam-malam atau di pagi hari untuk menceritakan fantasinya melihat dirinya berenang dalam keadaan telanjang.

Godfrey-Ryan mengatakan, ketika Rose tahu bahwa dia telah mengadukan perbuatan pria itu pada seorang teman mereka berdua, Rose memecat dirinya.

Wanita lainnya, Megan Creydt menyatakan dirinya bekerja sebagai koordinator untuk acara Rose ketika Rose meletakkan tangannya di pahanya. "Saya pikir saya tidak mengatakan apapun (saat itu)," ujarnya kepada The Washington Post. "Saya tegang. Saya tidak memindahkan tangannya, namun saya menarik kaki saya ke sisi lain mobil. Saya mencoba untuk tidak pernah semobil lagi dengan dia. Saya pikir dia mengetes saya," imbuhnya.

Selain mewawancarai delapan wanita yang mengaku pernah dilecehkan oleh Rose, The Washington Post juga menanyai sekitar 24 mantan staf yang pernah bekerja untuk Rose. Enam orang di antaranya mengatakan mereka pernah melihat apa yang mereka anggap sebagai pelecehan seks. Delapan orang mengaku tidak nyaman dengan perlakuan Rose pada staf wanita, namun 10 orang di antaranya mengaku tidak pernah melihat atau mendengar apapun yang mengkhawatirkan.

"Dia selalu profesional dengan saya," ujar Eleonore Marchand Mueller, mantan asisten yang bekerja untuk Rose pada tahun 2003 hingga 2005. "Saya tak pernah menyaksikan insiden yang tidak profesional," imbuh wanita itu.

(ita/ita)