"Sebuah mobil yang mengangkut empat petempur terkena (drone) ketika melintasi sebuah jalanan pegunungan di provinsi Bayda," kata seorang pejabat lokal seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/11/2017).
"Mereka semua tewas. Para petempur itu berasal dari Al-Qaeda," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang diketahui mengoperasikan drone-drone bersenjata di atas wilayah Yaman. Serangan drone AS terhadap AQAP telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump dilantik pada Januari lalu.
Serangan udara yang diperintahkan Trump di bulan Januari tersebut, telah menewaskan seorang personel SEAL Angkatan Laut AS dan beberapa warga sipil Yaman di Bayda.
(ita/ita)











































