Washington telah sejak lama mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya untuk berhati-hati akan serangan ekstremis di kota-kota Eropa. Beberapa tahun terakhir, AS terus mengingatkan kemungkinan adanya bahaya saat event-event Natal dan Tahun Baru.
"Tahun lalu, serangan-serangan dengan korban massal terjadi di sebuah pasar Natal di Berlin, Jerman pada Desember dan di sebuah kelab malam di Istanbul, Turki pada Malam Tahun Baru," demikian bunyi peringatan terbaru yang disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deplu AS mengingatkan bahwa serangan-serangan baru-baru ini di Inggris, Finlandia, Prancis, Rusia, Spanyol dan Swedia menunjukkan bahwa Al-Qaeda dan ISIS tetap aktif dan mampu melakukan serangan.
"Meski pemerintah lokal terus melakukan operasi kontraterorisme, pihak departemen tetap prihatin akan kemungkinan serangan-serangan teroris mendatang," demikian statemen Deplu AS.
"Warga negara AS harus senantiasa waspada akan kemungkinan bahwa para pendukung teroris atau ekstremis yang teradikalisasi sendiri bisa melakukan serangan tanpa adanya peringatan ataupun hanya sedikit peringatan," imbuhnya.
(ita/ita)











































