Singapura Tahan 2 Orang Termasuk Ibu Rumah Tangga Atas Terorisme

Singapura Tahan 2 Orang Termasuk Ibu Rumah Tangga Atas Terorisme

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Nov 2017 18:06 WIB
Singapura Tahan 2 Orang Termasuk Ibu Rumah Tangga Atas Terorisme
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Singapura - Otoritas Singapura telah menahan seorang pria dan seorang wanita atas keterkaitan dengan kelompok-kelompok radikal.

Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan dalam sebuah statemen, pria Singapura tersebut, Abu Thalha bin Samad merupakan anggota kelompok radikal Jemaah Islamiyah (JI). Pria berumur 25 tahun itu telah dididik dan dilatih di sekolah-sekolah terkait JI.

Kementerian menyatakan, pemerintah Singapura bekerja sama dengan "pemerintah regional" untuk mendeportasinya kembali Singapura. Namun tidak disebutkan dari negara mana Samad dideportasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia terikat tugas untuk melaksanakan instruksi apapun yang diberikan para pemimpin JI untuknya, termasuk melakukan jihad bersenjata dan mengorbankan nyawanya untuk tujuan kekerasan JI," demikian disampaikan Kementerian Dalam Negeri Singapura seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (9/11/2017).

Sedangkan wanita yang ditahan adalah Munavar Baig Amina Begam, seorang pendukung ISIS. Ibu rumah tangga berkebangsaan Singapura itu berasal dari India. Wanita berumur 38 tahun itu merupakan wanita kedua di Singapura yang ditahan sesuai UU Keamanan Dalam Negeri (ISA), UU keamanan yang memungkinkan penahanan tanpa persidangan.

"Dia pendukung ISIS dan memendam niat untuk menuju ke zona konflik guna bergabung dengan ISIS," ujar kementerian.

"Untuk mempengaruhi yang lainnya agar mendukung ISIS, Amina membagikan material-material yang mempromosikan terorisme di media sosial, yang mendorong orang lain untuk bertempur dan mati sebagai martir," imbuh kementerian.

Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri Singapura, setidaknya 14 warga Singapura yang teradikalisasi telah ditahan sesuai ISA sejak tahun 2015, meningkat tajam dari 11 kasus antara 2007 dan 2014.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads