DetikNews
Kamis 09 November 2017, 12:07 WIB

Ditemukan Objek Raksasa Misterius, 13 Kali Lebih Besar dari Jupiter

Novi Christiastuti - detikNews
Ditemukan Objek Raksasa Misterius, 13 Kali Lebih Besar dari Jupiter Ilustrasi (news.com.au/Supplied)
Washington DC - Para ilmuwan menemukan sebuah objek misterius berukuran besar di galaksi Bima Sakti. Objek misterius ini diperkirakan berukuran 13 kali lebih besar dari planet Jupiter.

Para ilmuwan masih bertanya-tanya apakah objek ini merupakan sebuah planet raksasa atau sebuah bintang gagal. Ukurannya yang terlalu besar membuat beberapa ilmuwan menilai objek misterius ini kemungkinan bukanlah sebuah planet.

Seperti dilansir news.com.au, Kamis (9/11/2017), temuan objek misterius itu didapat tim peneliti internasional saat memeriksa data yang didapatkan oleh teleskop infra merah luar angkasa Spitzer milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Teleskop Spitzer pertama kali digunakan pada tahun 2003 lalu.

Objek misterius berukuran besar itu ditemukan di bagian 'galactic bulge' atau bagian tengah galaksi yang menyala paling terang.

Dengan menggunakan teknik yang disebut 'micro-lensing', para ilmuwan mampu menemukan objek misterius yang ditaksir berjarak 22 ribu tahun cahaya dari Bumi. Objek misterius itu juga diperkirakan mengorbit bintang induknya selama tiga tahun. Teknik micro-lensing mengukur distorsi cahaya ketika sebuah bintang saling berpapasan satu sama lain di luar angkasa.

Objek yang diberi nama OGLE-2016-BLG-1190Lb itu memiliki ukuran sangat besar, diperkirakan hingga 13 kali lipat ukuran Jupiter -- planet terbesar di Tata Surya. Jupiter sendiri memiliki ukuran sekitar 11 kali lebih besar dari diameter Bumi kita.

"Kami melaporkan temuan OGLE-2016-BLG-1190Lb, yang kemungkinan besar menjadi planet pertama yang dideteksi micro-lensing Spitzer di tonjolan galaksi, temuan yang bisa dikonfirmasi dengan dua pencitraan resolusi tinggi pada kombinasi garis dasar objek yang didapat dari teleskop," demikian pernyataan tim ilmuwan.

Ukuran objek misterius yang sangat besar itu membuat para ilmuwan tidak yakin, apakah itu merupakan planet raksasa atau sebuah bintang gagal.

"Berat massa planet menempatkannya tepat di batas pembakaran deuterium, yang merupakan perbatasan konvensional antara 'planet' dengan 'katai cokelat'," demikian bunyi laporan tim ilmuwan internasional itu.

Katai cokelat atau brown dwarf merupakan jenis bintang gagal, yakni objek astronomi yang massanya berada di antara planet gas raksasa dengan bintang. Katai cokelat tidak memiliki cukup massa untuk terus melakukan fusi hidrogen menjadi helium di bagian inti yang membuat bintang terus 'terbakar', atau dengan kata lain cahaya yang dipancarkannya cenderung redup.

Hasil penelitian ini telah didaftarkan kepada Astronomical Journal untuk publikasi.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed