Seperti dilansir AFP, Kamis (9/11/2017), Trump memposting pesan Twitter, pada Rabu (8/11) waktu setempat, yang isinya ucapan terima kasih untuk sambutan hangat Presiden China Xi Jinping. Diketahui bahwa platform Twitter tidak bisa diakses di Negeri Tirai Bambu itu.
Dalam kicauan selanjutnya, Trump melontarkan peringatan untuk Korea Utara (Korut).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Trump diperkirakan menggunakan teknologi canggih yang tersedia bagi seorang Presiden AS, untuk menembus 'Great Firewall' milik China. Sejumlah pejabat AS menyatakan, mereka membawa 'perlengkapan' untuk 'mewujudkan itu'.
Dalam kicauannya dari China, Trump melampirkan salah satu foto dari AFP yang menunjukkan dirinya sedang mengunjungi Kota Terlarang. Dalam kunjungan itu, Presiden Xi dan istrinya menjamu Trump bersama Ibu Negara AS Melania minum teh dan menonton opera bersama.
"Atas nama @FLOTUS Melania dan saya, BERTERIMA KASIH untuk sore dan malam yang tidak terlupakan di Kota Terlarang di Beijing, Presiden Xi dan Nyonya Peng Liyuan. Kami berharap bisa kembali bertemu dengan Anda berdua besok pagi!" tulis Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, pada Rabu (8/11) waktu setempat.
On behalf of @FLOTUS Melania and I, THANK YOU for an unforgettable afternoon and evening at the Forbidden City in Beijing, President Xi and Madame Peng Liyuan. We are looking forward to rejoining you tomorrow morning! https://t.co/ma0F7SHbVU
β Donald J. Trump (@realDonaldTrump) November 8, 2017
Trump tampaknya menggunakan perangkat selain ponsel pintarnya untuk memposting pesan itu. Kicauan Trump memiliki label 'Twitter Web Client' bukan 'Twitter for iPhone' seperti sebelumnya.
Dalam postingan lainnya, Trump menulis bahwa dirinya "berharap untuk menggelar pertemuan sehari penuh dengan Presiden Xi dan delegasi kami, besok. TERIMA KASIH untuk sambutan yang indah, China! @FLOTUS Melania dan saya tidak akan pernah melupakannya!"
(nvc/elz)











































