Obat-obatan tersebut ditemukan di bawah tanah ketika 400 anggota kepolisian anti-narkotika menyerbu empat peternakan di daerah penanaman pisang di barat laut departemen Antioquia atau di kotamadya Chigorodo dan Carepa.
"Belum pernah terjadi sebelumnya sejak kami mulai memerangi perdagangan narkoba sejak 40 tahun yang lalu, apakah kami pernah mengungkap penangkapan sebesar ini," kata Santos, seperti dilansir AFP, Kamis (9/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah setempat mengatakan obat-obatan itu merupakan milik orang yang paling dicari di Kolombia, yakni Dario Antonio Usuga alias Otoniel. Otoniel merupakan kepala geng perdagangan narkotika bernama The Gulf Clan di negara itu.
Polisi menyebut The Gulf Clan menyumbang 70% produksi narkotika di Kolombia. Pada September lalu, Otoniel mengatakan kepada pemerintah bahwa dia bermaksud menyerahkan diri kepada pihak berwenang setelah polisi melakukan pencarian intensif selama dua tahun. AS telah menempatkan hadiah US$ 5 juta kepadanya.
Sebelumnya pasukan keamanan membunuh komandan kedua geng tersebut, yakni Roberto Vargas Guiterrez alias Galivan pada akhir Agustus lalu. Negara Amerika Selatan merupakan penanam daun kokain terkemuka di dunia dan sumber kokain terbesar. Pada tahun 2016 menghasilkan kokain sebanyak 866 ton berdasarkan data PBB. (yld/elz)










































