DetikNews
Rabu 08 November 2017, 16:16 WIB

Tewaskan 2 Anak, Penabrak Ruang Kelas SD di Sydney Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Tewaskan 2 Anak, Penabrak Ruang Kelas SD di Sydney Minta Maaf Mobil yang menabrak ruang kelas SD di Sydney (AAP/Dean Lewins/via REUTERS)
Sydney - Pengemudi yang mobilnya menabrak ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Sydney, Australia, hingga menewaskan dua siswa menyatakan penyesalan dan meminta maaf secara mendalam. Kepolisian setempat menyelidiki insiden ini sebagai insiden tak disengaja.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/11/2017), pengemudi wanita bernama Maha Al-Shennag (52) ini dijerat dua dakwaan mengemudi secara sembrono hingga memicu kematian dan dakwaan kelalaian dalam mengemudi.

Dalam insiden yang terjadi di Bankria Road Public School pada Selasa (7/11) waktu setempat, sebuah mobil jenis Sports Utility Vehicle (SUV) menabrak tembok luar sekolah hingga menembus ke bagian dalam ruang kelas. Dinding sekolah terbuat dari kayu sehingga mobil bisa menembus dengan mudah.


Saat insiden terjadi, dilaporkan terdapat 24 siswa di dalam ruang kelas. Dua siswa laki-laki berusia 8 tahun terkena tabrakan itu dan dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan tiga siswi lainnya mengalami luka-luka dan kini masih dirawat di rumah sakit setempat. Sebanyak 16 anak-anak lainnya dan guru mereka sempat dirawat karena luka-luka ringan.

Melalui pengacaranya, Al-Shennag menyampaikan permohonan maaf. "Dia sangat menyesal atas kehilangan dan rasa sakit yang dialami anak-anak, sekolah, keluarga mereka dan masyarakat," tutur Nick Hanna, pengacara Al-Shennag, kepada Sydney Daily Telegraph.

"Pikiran dan doanya tertuju untuk semua pihak yang terkena dampaknya," imbuhnya.


Al-Shennag yang merupakan seorang janda dengan empat anak ini, sedang mengantarkan anaknya ke sekolah sesaat sebelum insiden ini terjadi. Tidak dijelaskan lebih lanjut penyebab Al-Shennag mengemudikan kendaraannya hingga menabrak tembok sekolah. Namun kepolisian setempat menyatakan insiden ini diselidiki sebagai insiden tak disengaja.

Selain dijerat dakwaan pidana, surat izin mengemudi milik Al-Shennag langsung dicabut oleh otoritas setempat. Dia bebas setelah membayar uang jaminan, namun diwajibkan hadir dalam persidangan yang akan digelar pada 29 November mendatang.

Bankria Road Public School tetap mengadakan kegiatan belajar-mengajar pada Rabu (8/11) waktu setempat. Para pakar konseling anak mendampingi murid-murid yang masuk. Karangan bunga dan boneka beruang diletakkan di pintu masuk sekolah sebagai wujud penghormatan untuk anak-anak yang menjadi korban.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed