Dalam pidatonya di Majelis Nasional Korsel, Trump mengingatkan Korut untuk tidak meremehkan AS. Dia juga menyerukan aksi global untuk menghentikan Korut. Momen mengejutkan terjadi saat Trump 'mempromosikan' klub golf miliknya.
Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel Foto: REUTERS/Jonathan Ernst |
Seperti dilansir news.com.au, Rabu (8/11/2017), di sela-sela pidatonya, Trump tidak tahan untuk tidak membahas soal kejuaraan golf US Women's Open yang telah digelar di klub golf miliknya pada awal tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan kejuaraan itu dimenangkan oleh seorang pegolf Korea yang hebat, Sung-Hyun Park, dan delapan pemain teratas berasal dari Korea, dan empat pegolf teratas, nomor satu, dua, tiga, empat, empat teratas berasal dari Korea. Selamat," imbuhnya.
Saat momen semacam itu terjadi, situasinya cenderung kikuk. Sebelumnya Trump telah dikritik oleh pakar etika karena dianggap gagal melepas aset-asetnya dan malah memanfaatkan kepresidenannya untuk mempromosikan jaringan hotel dan klub golf miliknya.
Trump yang mantan bintang reality show ini biasa menggunakan golf sebagai metode untuk mengakrabkan diri. Saat berkunjung ke Jepang, Trump terlihat memberikan sapaan dengan menyatukan kepalan tangan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat keduanya main golf bersama pada Minggu (5/10) lalu.
Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel Foto: REUTERS/Jonathan Ernst |
Di depan anggota parlemen Korsel, Trump kembali memberikan peringatan kepada pemimpin Korut, Kim Jong-Un, dengan menyatakan AS tidak akan terintimidasi oleh rezim komunis, yang disebut sebagai negara berbahaya itu.
"Rezim (Korut-red) telah menginterpretasikan sikap menahan diri Amerika di masa lalu sebagai kelemahan. Ini akan menjadi salah perhitungan yang fatal. Ini pemerintahan yang sangat berbeda dengan yang dimiliki Amerika Serikat sebelumnya," tegas Trump.
"Hari ini, saya harap saya berbicara tidak hanya untuk negara kami, tapi untuk semua negara beradab ketika saya mengatakan kepada Korea Utara: Jangan meremehkan kami dan jangan coba-coba terhadap kami. Kami akan mempertahankan keamanan, kemakmuran bersama dan kebebasan kami yang sakral," imbuhnya.
(nvc/ita)












































Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Donald Trump saat pidato di hadapan parlemen Korsel Foto: REUTERS/Jonathan Ernst