DetikNews
Rabu 08 November 2017, 12:56 WIB

10 Orang Ditangkap dalam Operasi Antiteror Prancis dan Swiss

Novi Christiastuti - detikNews
10 Orang Ditangkap dalam Operasi Antiteror Prancis dan Swiss Ilustrasi (Christian Hartmann/AFP/Getty Images)
Paris - Kepolisian Prancis dan Swiss menggelar operasi antiteror gabungan. Sedikitnya 10 orang ditangkap dalam operasi antiteror ini, dengan dua tersangka di antaranya diduga terkait kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Rabu (8/11/2017), sembilan orang ditangkap oleh Kepolisian Prancis dan satu orang lainnya ditangkap oleh Kepolisian Swiss. Seorang wanita asal Kolombia berusia 23 tahun ditangkap dalam penggerebekan di Swiss.

Sedangkan sembilan orang lainnya ditangkap dalam penggerebekan secara serempak di sejumlah lokasi di pinggiran Paris, termasuk di area yang berbatasan dengan Italia dan Swiss. Mereka yang ditangkap berusia antara 18 tahun hingga 65 tahun.

Kantor Jaksa Agung Swiss menyebut, dua tersangka yang ditangkap dicurigai memiliki keterkaitan dengan ISIS.


Dua tersangka yang dimaksud adalah seorang wanita Kolombia berusia 23 tahun dan seorang pria Swiss berusia 27 tahun, yang ditangkap di Prancis. Keduanya disebut telah masuk dalam radar intelijen Swiss sebelum penangkapan dilakukan.

Surat kabar lokal Prancis, Le Parisien, menyebut ada kemungkinan penggerebekan itu dilakukan untuk menggagalkan sebuah rencana serangan. Namun saat ditanya soal penggerebekan antiteror terbaru, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomb, menyebutnya sebagai operasi rutin.

"Ini merupakan bagian dari operasi yang dilakukan cukup rutin, saat kita menangkap sejumlah orang yang kita anggap berbahaya," ucapnya. Collomb sebelumnya menyebut ada 32 rencana serangan yang berhasil digagalkan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir di Prancis.

Dituturkan sumber pengadilan Prancis, para tersangka diduga terlibat dalam jaringan teroris kriminal dan saling berkomunikasi via layanan chat online, Telegram, yang banyak digunakan para militan. Sedangkan otoritas Swiss dalam pernyataannya menyebut tersangka yang ditangkap diduga terlibat dalam aktivitas teroris dan bergabung dengan militan yang dilarang seperti Al-Qaeda dan ISIS.


Penangkapan tersangka terkait terorisme ini dilakukan sekitar seminggu setelah otoritas Prancis memberlakukan aturan keamanan nasional yang lebih ketat, untuk menggantikan wewenang darurat yang sebelumnya diberikan kepada kepolisian dan badan intelijen setempat.

Lebih dari 240 orang tewas dalam rentetan serangan teror di Prancis sejak awal tahun 2015. Serangan-serangan itu dilakukan militan maupun orang-orang yang terinspirasi ISIS. Diketahui bahwa Prancis merupakan salah satu negara yang bergabung dalam operasi militer memerangi ISIS di Irak dan Suriah.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed