Arab Saudi Tawarkan Rp 399 M untuk Penangkapan Pemimpin Houthi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Nov 2017 16:46 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Stringer)
Riyadh - Otoritas Arab Saudi menawarkan imbalan hingga US$ 30 juta (Rp 399 miliar) untuk informasi yang berujung penangkapan pemimpin kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Saudi juga memasukkan puluhan nama pejabat tinggi terkait Houthi ke dalam daftar teroris.

Hal itu dilakukan setelah kelompok pemberontak Houthi, yang didukung Iran, menembakkan sebuah rudal ke bandara internasional dekat ibu kota Riyadh. Rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman itu berhasil dicegat oleh otoritas Saudi, dengan sistem pertahanan udara miliknya.

Rudal itu jatuh di area sebelah utara bandara, dekat Riyadh. Tidak ada korban jiwa akibat rudal dari Houthi itu. Houthi saat ini dilaporkan menguasai sebagian besar wilayah Yaman. Otoritas Saudi memimpin koalisi militer untuk memerangi Houthi di Yaman sejak Maret 2015.

Baik koalisi pimpinan Saudi maupun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan rudal itu. Namun Iran, melalui Garda Revolusioner mereka, membantah keras tudingan itu dan menyebut tudingan Trump sebagai 'fitnah'.


Dilaporkan media Iran, Press TV, Senin (6/11/2017), otoritas Saudi telah memasukkan 40 nama pejabat tinggi terkait Houthi, atau yang disebut Iran sebagai pergerakan Ansarullah, ke dalam daftar teroris. Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, dan Direktur Dewan Politik Houthi, Saleh al-Samad, juga masuk dalam daftar tersebut.

Pada Minggu (5/11) waktu setempat, otoritas Saudi mengumumkan imbalan sebesar US$ 30 juta untuk informasi yang bisa mengarahkan pada penangkapan pemimpin Houthi.

Selain mengumumkan imbalan itu, Saudi juga memutuskan untuk memblokade sementara Yaman. Dalam pernyataannya melalui kantor berita Saudi Press Agency (SPA) seperti dikutip Reuters, koalisi militer pimpinan Saudi menyatakan akan menutup sementara seluruh perbatasan udara, darat dan laut dengan Yaman. Penutupan perbatasan ini disebut untuk memutus aliran persenjataan dari Iran kepada Houthi.

"Pasukan Komando Koalisi memutuskan untuk menutup sementara seluruh perbatasan udara, laut dan darat dengan Yaman," demikian pernyataan SPA, sembari menyebut para relawan dan suplai bantuan kemanusiaan akan tetap bisa masuk dan keluar Yaman.

(nvc/ita)