AS Bebaskan Bocah Penderita Celebral Palsy yang Ditahan Usai Operasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 04 Nov 2017 13:11 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Texas - Otoritas Amerika Serikat telah membebaskan seorang bocah Meksiko penderita celebral palsy yang ditahan setelah menjalani operasi. Bocah perempuan berumur 10 tahun itu dibebaskan 10 hari setelah ambulans yang membawanya untuk menjalani operasi di Texas, dihentikan di pos pemeriksaan Patroli Perbatasan AS.

Rosa Maria Hernandez telah bermukim di AS secara ilegal sejak keluarganya membawa dia melintasi perbatasan Meksiko menuju Texas, saat masih berumur 3 bulan. Penahananya menuai kecaman kelompok-kelompok HAM sipil dan sejumlah politikus Demokrat yang menentang kebijakan keras Presiden AS Donald Trump terhadap imigran ilegal.

Perihal pembebasan bocah tersebut pada Jumat (3/11) waktu setempat disampaikan oleh kelompok American Civil Liberties Union (ACLU) seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/11/2017). Beberapa hari sebelumnya, ACLU menggugat pemerintah AS terkait penangkapan bocah Meksiko tersebut. Menurut ACLU, pemerintah AS telah menangkap bocah tersebut tanpa perintah penangkapan semestinya dan telah melanggar hak-haknya.

Michael Tan, pengacara ACLU, mengatakan bahwa Rosa Maria kini akan kembali ke keluarganya.

"Meskipun kami lega, keputusan Patroli Perbatasan untuk menargetkan seorang anak perempuan di sebuah rumah sakit anak tetap tak masuk akal," ujarnya.

Rosa Maria menderita cerebral palsy, penyakit pada otak yang berdampak pada gerakan tubuh dan otot. Sang ibunda membawa Rosa Maria ke AS secara ilegal dari Meksiko, ketika masih berusia 3 bulan untuk mendapat perawatan medis yang lebih baik.

Pekan lalu, Rosa Maria dibawa dengan ambulans ke sebuah rumah sakit di dekat Texas untuk menjalani operasi. Dia ditemani oleh seorang kerabat keluarganya yang berstatus warga negara AS.

Menurut ACLU dan laporan media setempat, sejumlah agen dari Departemen Imigrasi AS mencegat mereka di pos pemeriksaan Patroli Perbatasan dan mengikuti mereka hingga ke rumah sakit. Agen-agen imigrasi itu memantau perawatan medis yang yang diberikan kepada bocah itu dan langsung membawanya untuk ditahan, segera setelah dokter membolehkannya pulang.

Penahanan Rosa Maria ini memicu kemarahan, dengan beberapa pihak mempertanyakan prioritas pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang memperketat operasi terhadap imigran ilegal di AS. Seorang anggota parlemen AS dari Texas, Joaquin Castro, mengecam keras penahanan bocah yang menderita Cerebral Palsy itu.

"Seorang anak kecil yang baru saja menjalani operasi bukanlah ancaman," tegas Castro yang merupakan politikus Demokrat ini.

(ita/ita)