Menurut informasi PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/11/2017), mulai Juli hingga September lalu, ada 12 kasus baru yang dilaporkan dalam enam misi pasukan perdamaian di Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Haiti, Liberia, Mali dan Sudan Selatan. Adapun UNHCR melaporkan adanya 15 kasus, sementara tiga kasus baru melibatkan staf di Organisasi Migrasi Internasional dan satu kasus yang melibatkan badan urusan anak PBB, UNICEF.
Disebutkan PBB, satu kasus di UNHCR telah dibuktikan kebenarannya, sedangkan dua kasus lainnya masih dalam penyelidikan. Kasus-kasus lainnya masih dalam peninjauan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa memerangi kekerasan seks oleh pasukan penjaga perdamaian dan staf PBB merupakan prioritas dalam masa jabatannya. "Kepala PBB jelas kecewa dan bersedih karena perbuatan-perbuatan ini terus terjadi," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Beberapa waktu lalu PBB dipermalukan dengan serangkaian kasus pemerkosaan yang melibatkan pasukan perdamaian di Republik Afrika Tengah. Hal itu mendorong mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon memecat komandan misi pasukan perdamaian di negara tersebut.
(ita/ita)











































