Ada Jet Pengebom AS di Korea, Korut: Itu Latihan Serangan Nuklir

Ada Jet Pengebom AS di Korea, Korut: Itu Latihan Serangan Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Nov 2017 10:23 WIB
Ada Jet Pengebom AS di Korea, Korut: Itu Latihan Serangan Nuklir
Jet pengebom jenis B-1B Lancer milik AS (Senior Airman Jacob Skovo-Lane/U.S. Air Force/Handout via REUTERS)
Pyongyang - Dua pesawat pengebom strategis jenis B-1B milik Amerika Serikat (AS) melakukan latihan di dekat Semenanjung Korea. Korea Utara (Korut) mengecam keras latihan itu dengan menyebutnya sebagai 'latihan serangan nuklir'.

Kedua jet pengebom dengan kemampuan muatan nuklir itu mengudara dari Pangkalan Udara Anderson di Guam, wilayah AS di Pasifik pekan lalu. Dalam latihan ini, keduanya bertemu dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan (Korsel) sebagai bagian dari latihan 'integrasi bilateral'.

Dua jet pengebom itu terbang melintasi wilayah udara Korsel dan bergerak ke area pelatihan Pilsung Range di Korsel bagian pusat. Jet-jet tempur Jepang dan Korsel kemudian melakukan rentetan misi dengan dua jet pengebom AS itu, namun tidak ada bom maupun peluru yang dikeluarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Juru bicara Angkatan Udara AS lainnya, Kapten Candice Dillitte, menyebut 'kehadiran pesawat pengebom secara berkelanjutan' telah direncanakan sejak lama dan 'bukan menanggapi situasi terbaru'.

Seperti dilansir CNN dan Reuters, Jumat (3/11/2017), reaksi keras diberikan oleh rezim Korut melalui kantor berita resmi mereka, Korean Central News Agency (KCNA). Korut menuding latihan militer oleh jet pengebom AS itu merupakan latihan untuk serangan nuklir mendadak.

"Imperialis AS yang seperti gangster, tak henti-hentinya melontarkan ancaman nuklir gila mereka dan memeras untuk mencekik DPRK dengan nuklir apapun risikonya," sebut KCNA dalam artikel terbarunya.


"Pada Kamis (2/11), mereka membiarkan formasi pengebom nuklir strategis B-1B yang berbasis di Pangkalan Udara Anderson di Guam, terbang secara diam-diam ke Korea Selatan untuk melancarkan serangan nuklir mendadak yang menargetkan DPRK," imbuh KCNA merujuk pada nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Pesawat supersonik B-1B dianggap sebagai 'tulang punggung' armada pengebom jarak jauh AS, yang mampu membawa muatan konvensional terbesar dari segala jenis pesawat militer milik Angkatan Udara AS. Latihan oleh pengebom B-1B ini digelar saat tiga kapal induk AS sudah berada di perairan Asia-Pasifik. Ini menjadi momen pertama bagi begitu banyak kekuatan militer AS berada di satu kawasan dalam satu dekade terakhir.

"Kenyataan jelas menunjukkan bahwa imperialis AS yang seperti gangster merupakan pihak yang memperburuk situasi di Semenanjung Korea dan berupaya memicu perang nuklir," demikian disampaikan KCNA dalam pernyataannya.


"Imperialis AS melakukan upaya terakhir untuk memeriksa dinamika maju dari DPRK, dengan mengerahkan aset nuklir strategis mereka secara bergantian, tapi militer dan rakyat (Korut) tidak pernah takut pada langkah semacam itu," imbuh KCNA.

"Imperialis AS sang penghasut perang seharusnya tidak bertindak sembrono," tandas KCNA dalam artikelnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait