DetikNews
Jumat 03 November 2017, 09:22 WIB

Intelijen Korsel Prediksi Korut Siapkan Uji Coba Nuklir Lagi

Novi Christiastuti - detikNews
Intelijen Korsel Prediksi Korut Siapkan Uji Coba Nuklir Lagi Ilustrasi uji coba rudal Korut (KCNA/via REUTERS)
Seoul - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) memprediksi negara tetangganya, Korea Utara (Korut), sedang bersiap untuk melakukan uji coba rudal dan nuklir terbaru. Pergerakan aktif dari kendaraan-kendaraan terpantau terjadi di sekitar area uji coba rudal di Pyongyang.

Seperti dilansir CNN, Jumat (3/11/2017), laporan yang didasarkan informasi Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS) seperti yang telah dilihat CNN, juga menyebut Korut akan terus 'mendorong pengembangan hulu ledak nuklir versi miniatur dan bervariasi'.

Laporan itu ditulis oleh anggota parlemen Korsel, Kim Byung-Kee, dan sejumlah anggota komisi intelijen parlemen Korsel lainnya setelah menghadiri pertemuan tertutup dengan NIS pada Kamis (2/11) waktu setempat.

"Terowongan 3 (di lokasi uji coba Punggye-ri) siap untuk melakukan uji coba nuklir kapan saja," sebut laporan itu.


Awal September lalu, Korut mengklaim telah berhasil menguji coba sebuah bom hidrogen dalam uji coba nuklir keenam dan terbaru. Bom hidrogen merupakan jenis bom nuklir yang paling kuat. Uji coba nuklir itu memicu getaran gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR), sehingga menjadikannya sebagai uji coba nuklir dengan daya ledak paling kuat yang pernah dilakukan Korut.

Pada Kamis (2/11) waktu setempat, rezim Korut menyangkal laporan media yang menyebut salah satu terowongan di area uji coba nuklir bawah tanah mereka ambruk dan menewaskan ratusan orang.

Artikel terbaru dari kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menuding Jepang menyebarkan 'berita palsu' setelah salah satu stasiun televisi negara itu, TV Asahi, memberitakan terowongan ambruk itu dengan mengutip seorang pejabat Korut yang tak disebut namanya.


Perkembangan lain terkait nuklir Korut adalah laporan bahwa rezim komunis itu tengah merakit rudal balistik antarbenua (ICBM) jenis KN-20 untuk versi yang lebih canggih, yang bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat. Pengembangan ini dilakukan kurang dari enam bulan setelah Korut menggelar uji coba rudal antarbenua pertamanya.

Menurut sumber pejabat AS yang enggan disebut namanya seperti dikutip CNN, perkembangan baru juga tengah dilakukan terhadap bahan bakar nuklir Korut, kemudian peluncur rudal, sistem pemandu dan penentu sasaran. Seluruh perkembangan ini dilakukan menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kawasan Asia.

Tidak hanya itu, AS juga meyakini Korut akan mampu memasukkan muatan nuklir ke dalam rudal ICBM miliknya pada tahun 2018 mendatang.


(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed