Langka Terjadi, Presiden China Balas Pesan Kim Jong-Un

Langka Terjadi, Presiden China Balas Pesan Kim Jong-Un

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 17:58 WIB
Langka Terjadi, Presiden China Balas Pesan Kim Jong-Un
Xi Jinping (BBC World)
Pyongyang - Presiden China, Xi Jinping, membalas pesan dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un. Pesan balasan yang langka ini menjadi komunikasi publik pertama Presiden Xi dengan Kim Jong-Un dalam setahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Kamis (2/11/2017), pesan ini mengisyaratkan kemungkinan peningkatan hubungan antara China dan Korut, yang memburuk beberapa waktu terakhir. China merupakan sekutu lama dan mitra perdagangan utama Korut. Namun ambisi nuklir Korut yang diwarnai serangkaian uji coba rudal dan nuklir beberapa waktu terakhir, membuat hubungan kedua negara menjadi tegang.

Pesan dari Presiden Xi yang tertanggal Rabu (1/11) waktu setempat ini membalas pesan Kim Jong-Un yang dikirimkan pekan lalu. Dalam pesannya saat itu, Kim Jong-Un mengucapkan selamat kepada Presiden Xi yang kembali menjabat sebagai Ketua Partai Komunis China untuk periode kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pesan balasan dari Presiden Xi ini diulas oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Dalam artikelnya, KCNA menyebut Presiden Xi ingin meningkatkan hubungan kedua negara sambil 'menjaga perdamaian kawasan'.

"Saya harap di bawah situasi terbaru, pihak China akan melakukan upaya-upaya bersama pihak DPRK untuk meningkatkan hubungan antara kedua pihak dan kedua negara untuk menjaga pembangunan yang stabil dan kuat," demikian bunyi pesan balasan dari Presiden Xi seperti dikutip KCNA. Dalam pesan itu, Presiden Xi menyebut Kim Jong-Un sebagai 'Ketua Kamerad'.

Pesan Kim Jong-Un kepada Presiden Xi, pekan lalu, berisi ucapan selamat dan ungkapan keyakinan hubungan kedua pihak akan bisa berkembang 'demi kepentingan rakyat kedua negara'. Terakhir kali, KCNA mengulas pesan dari Presiden Xi untuk pemimpin Korut pada Juli 2016.


Para pengamat menilai aksi saling berbalas pesan antara Presiden Xi dengan Kim Jong-Un ini tergolong sangat langka, merujuk pada pemimpin kedua negara yang saat ini menjabat. Di masa lalu, China dan Korut secara rutin saling mengirim ucapan dan pesan untuk berbagai perayaan.

Sementara Profesor Yang Moo-Jin dari University of North Korean Studies di Seoul, aksi berbalas pesan di depan umum ini mengisyaratkan kesediaan kedua pihak untuk meningkatkan hubungan. "Fakta bahwa kedua pihak dengan cepat bertukar surat dan mengumumkannya (ke publik), memberikan makna simbolis," sebutnya.

"Jika pesannya lebih mendalam, kita bisa memperkirakan perbaikan hubungan yang lebih cepat. Namun untuk sekarang, ini menunjukkan kedua pihak menyepakati perlunya meningkatkan hubungan mereka," imbuh Profesor Yang kepada AFP.

(nvc/imk)


Berita Terkait