DetikNews
Kamis 02 November 2017, 11:31 WIB

Pertama Kali, Suu Kyi Kunjungi Wilayah Rakhine yang Dilanda Konflik

Novi Christiastuti - detikNews
Pertama Kali, Suu Kyi Kunjungi Wilayah Rakhine yang Dilanda Konflik Aung San Suu Kyi (BBC World)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Naypyitaw - Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk pertama kalinya mengunjungi wilayah Rakhine yang dilanda konflik. Kunjungan ini dilakukan secara mendadak, tanpa diumumkan terlebih dahulu.

[Gambas:Video 20detik]


Namun kunjungan Suu Kyi ini dilakukan saat sebagian besar warga etnis minoritas muslim Rohingya telah mengungsi akibat operasi militer Myanmar di wilayah tersebut. Suu Kyi sendiri menuai kecaman internasional karena dianggap gagal bersuara lantang membela Rohingya.

"Penasihat Negara (gelar resmi Suu Kyi-red) sekarang berada di Sittwe (ibu kota Rakhine-red) dan akan pergi ke Maungdaw dan Buthidaung juga. Ini akan menjadi perjalanan sehari penuh," ucap juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, kepada AFP, Kamis (2/11/2017).


Wilayah Maungdaw dan Buthidaung yang sama-sama ada di Rakhine bagian utara, merupakan dua wilayah yang paling parah dilanda konflik.

Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Suu Kyi ke Rakhine, yang banyak dilanda konflik komunal sejak tahun 2012 hingga memperburuk reputasi global Myanmar.

Tidak diketahui pasti apakah Suu Kyi akan mengunjungi ratusan desa Rohingya yang hangus dibakar, diduga oleh militer Myanmar. Atau apakah dia akan mengunjungi dan melihat desa-desa muslim lainnya yang masih memiliki penduduk, yang hidup dalam ketakutan dan dihantui kelaparan.


Sedikitnya 600 ribu warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak konflik kembali pecah di Rakhine pada akhir Agustus lalu. Kebanyakan dari mereka menceritakan situasi mencekam di Rakhine, yang diwarnai pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran desa-desa muslim. Hingga kini, ribuan pengungsi Rohingya diyakini masih memenuhi area pantai dekat Maungdaw untuk menunggu kapal menuju Bangladesh.

Warga Rohingya banyak dibenci di Myanmar yang didominasi warga penganut Buddha. Mereka tidak memiliki status kewarganegaraan dan dibatasi aksesnya terhadap pendidikan dan pekerjaan.

Para pengamat menilai, Suu Kyi memilih untuk tidak mengkritik langsung militer Myanmar, demi menghindari reaksi keras dari institusi yang menguasai keamanan seluruh Myanmar itu. Suu Kyi sebelumnya mengumumkan pembentukan komisi khusus, yang dipimpinnya langsung, untuk membangun kembali Rakhine dan memulangkan Rohingya dari Bangladesh dengan persyaratan tertentu.


(nvc/nkn)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed