DetikNews
Selasa 31 Oktober 2017, 18:32 WIB

Mimpi Putra Mahkota, Lepaskan Arab Saudi dari Minyak Bumi

Erwin Dariyanto - detikNews
Mimpi Putra Mahkota, Lepaskan Arab Saudi dari Minyak Bumi Pangeran Mohammed bin Salman (Foto: Getty Images/independent.co.uk)
Jakarta - Hamparan padang pasir di tepi Laut Merah di wilayah utara kota Riyadh, Arab Saudi selama ini tak tergarap. Area dengan pemandangan sunset dan laut yang menawan ini berbatasan langsung dengan Mesir dan Yordania.

Tak lama lagi, hamparan padang pasir itu akan berubah. Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman akan membangun pusat bisnis dan hiburan di lokasi itu dengan nama NEOM sebelum 2020. Kata itu berasal dari NEO (Bahasa latin yang artinya NEW), dan 'M' kependekan dari 'Mostaqbal' yang artinya masa depan. Jadi, NEOM adalah 'Masa Depan Baru' Arab Saudi.

Untuk membangun kota seluas 26.500 kilometer persegi itu pemerintah Arab Saudi menyiapkan dana sebesar USD 500 miliar atau setara dengan Rp 6.785 triliun, dengan kurs Rp 13.500 per dollar.

Mimpi Putra Mahkota, Lepaskan Arab Saudi dari Minyak BumiInilah Laut Merah di Arab Saudi yang panoramanya cantik (Foto: Dok. Thinkstock)


Pemerintah Arab Saudi juga membuka peluang investor swasta baik dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di NEOM. Miliarder yang juga pendiri SoftBank Masayoshi Son dan CEO Blacksone, Stephen Schwarzman dikabarkan tertarik menanamkan modalnya di sana.

Proyek NEOM lahir dari ambisi Pangerah Mohammed yang ingin menyelamatkan perekonomian Arab Saudi karena terus melorotnya harga minyak dunia. Padahal selama ini perekonomian negeri itu sangat bergantung pada minyak. Sang Putra Mahkota juga ingin Arab Saudi menjadi negara terunggul di antara negara berkembang lainnya.

Mantan CEO Alcoa dan Arconic Inc, Dr. Klaus Kleinfeld diangkat sebagai CEO NEOM. Reputasi Klaus yang memikat sang pangeran antara lain lantaran keberhasilannya membawa perusahaan publik asal Amerika yang bergerak di industri metal itu masuk dalam daftar Fortune 500. Alcoa masuk peringkat 130 dengan pendapatan sekitar $23.032 juta, keuntungan sebesar $-2.285 juta, dan total aset sebesar $35.742 juta.

Klaus Kleinfeld diharapkan mampu membawa NEOM menjadi kota teknologi dengan energi terbarukan. Kota ini akan memanfaatkan energi angin dan matahari. Di sepanjang jalan nantinya akan dipenuhi mobil otomatis serta teknologi drone yang bisa mengangkut penumpang.

Badan Investasi Publik Arab Saudi kepada awak media mengatakan bahwa NEOM akan menjadi destinasi bisnis dan hiburan paling efisien di dunia. Pangeran Mohammed mengatakan, pada 2019 nanti rencananya sebuah bandara akan dibuka di Kota Tabuk yang didedikasikan untuk pegawai NEOM. Setahun kemudian juga akan dibangun bandara di area kota NEOM.

Menurut Pangeran Mohammed, mulai 2020 atau paling lambat 2021 sejumlah hotel akan beroperasi di NEOM. "Saya kira pada 2025, kota utama dari proyek ini akan dibuka mulai 2025," katanya seperti dilaporkan arabianbusiness.com, Selasa (31/10/2017).

Saat ini pemerintah Arab Saudi tengah membangun NEOM Bay yang akan digunakan sebagai kantor dan mes untuk pegawai proyek. Setelah semua proyek selesai, NEOM Bay tak akan kalah indahnya dengan Hamptons di New York. "Jadi saya pikir Neom Bay akan siap pada tahun 2021, kami berharap sebelumnya," kata Pangeran Mohammed.

Hamptons adalah tempat wisata yang berjarak 2 jam perjalanan dari New York. Kawasan ini memiliki hamparan pantai berpasir yang panjang. Ada juga restoran kelas atas, bar dan juga butik perancang. The Hamptons populer sebagai tujuan liburan akhir pekan dan liburan musim panas.

Hukum dan Norma

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg yang dirilis, 28 Oktober 2017, Pangeran Mohammed bin Salman menjalaskan soal hukum yang akan diberlakukan di NEOM. Menurut dia dalam hal pertahanan, keamanan nasional, anti terorisme, kebijakan luar negeri dan ancaman serius lainnya, NEOM akan tunduk pada hukum pemerintah Arab Saudi.

Namun untuk peraturan tentang kawasan komersial, akan menggunakan hukum di bawah NEOM. "Mereka akan diberi hak untuk membuat peraturan sesuai dengan tujuan dari NEOM itu sendiri," katanya.

Pangeran Mohammad memastikan bahwa peraturan yang akan dibuat di NEOM akan mendukung kemajuan bisnis dan investasi. Peraturan akan dibuat sesuai kebutuhan perusahaan dan investor.

"Jadi orang-orang akan datang ke sana (NEOM) karena tiga alasan: Anda seorang investor, Anda bekerja di salah satu proyek, Anda seorang turis. Jika Anda bukan salah satu dari tiga, Anda tidak akan berada di NEOM," kata Pangeran Mohammed.


(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed