ADVERTISEMENT

KBRI Moskow Gelar Hari Budaya Indonesia di Tatarstan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Okt 2017 10:30 WIB
Tari Saman Gayo (dok. KBRI Moskow)
Moskow - KBRI Moskow menggelar Hari Budaya Indonesia di Kazan, Rusia dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. Acara ini digelar bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Republik Tatarstan, Federasi Rusia.

"Ini hari bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. 89 tahun yang lalu berbagai organisasi pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta untuk mengucapkan sumpah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi dalam pembukaan acara tersebut.

"Saya merasa terhormat dapat merayakan Hari Sumpah Pemuda ini bersamaan dengan penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di Kazan," imbuh Dubes Wahid seperti disampaikan dalam keterangan pers KBRI Moskow yang diterima detikcom, Selasa (31/10/2017). Kota Kazan diketahui berjarak sekitar 820 kilometer ke arah timur ibu kota Moskow.

Tim kesenian delegasi Aceh bersama Dubes WahidTim kesenian delegasi Aceh bersama Dubes Wahid Foto: dok. KBRI Moskow

Kolaborasi Tim kesenian Indonesia yang datang dari Aceh dan tim KBRI Moskow dengan keikutsertaan warga Rusia sebagai penari dan pemain gamelan dalam konser budaya Indonesia ini, disambut antusias oleh masyarakat setempat. Banyak warga Tatarstan yang memenuhi Kazan City Hall yang berkapasitas 250 orang, tempat acara ini digelar.

Acara ini menampilkan pertunjukan gamelan, peragaan busana dan tarian Aceh serta daerah-daerah lain di Indonesia. Tabuhan orkestra gamelan yang baru pertama kalinya tampil di luar kota Moskow menggema di ruangan pertunjukan yang artistik dan indah seperti sebuah istana.

Tari Saman Gayo dengan keselarasan antara gerakan, irama alat musik dan lagu pengiring membuat penonton terkesima dan terpukau. Sementara tari Tor-tor turut meramaikan konser dengan mengajak para penonton untuk menari bersama. Tarian lainnya yang dipentaskan seperti tari Merak, Topeng, Genjring, Zapin Malayu, Guel, Ratoh Jaro dan Tarek Puket. Konser diakhiri dengan parade artis diiringi lagu Gebyar-Gebyar karangan Gombloh.

Tari Saman GayoTari Saman Gayo Foto: dok. KBRI Moskow

Deputi Pertama Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan, Elvira Rafailevna Kamalova sangat mengapresiasi penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di Tatarstan ini. Acara ini merupakan tindak lanjut pertemuan Dubes RI dengan Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikanov bulan Desember lalu.

"Kami menyambut kegiatan-kegiatan budaya berikutnya," kata Elvira.

Darwati Abdul Gani, istri Gubernur Aceh yang hadir di Kazan sebagai ketua delegasi Tim Kesenian Aceh menjelaskan tentang Aceh sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keunikan budaya sendiri. Budaya Aceh memiliki kemiripan dengan Tatarstan seperti pada beberapa motif ukiran. Darwati juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Aceh untuk mengirimkan mahasiswa dari Aceh belajar ke Kazan.

Tari Sekar PudyastutiTari Sekar Pudyastuti Foto: dok. KBRI Moskow

Selain konser, Hari Budaya Indonesia diisi dengan kursus kilat bahasa Indonesia, workshop gamelan dan tarian-tarian daerah Indonesia. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tatarstan sangat antusias dan tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.

Momen Hari Sumpah Pemuda diisi juga dengan pertemuan antara Dubes Wahid dengan para mahasiswa Indonesia di Kazan. Dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi informal tentang arti penting Sumpah Pemuda bagi perjalanan bangsa Indonesia dan bagaimana mahasiswa Indonesia di Rusia dapat terus mempertahankan nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda.

Kunjungan delegasi Aceh ke Tatarstan membawa tiga misi utama. Selain misi budaya, juga pengembangan kerja sama antar daerah dan bisnis. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Iskandar, melakukan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Tatarstan mengenai kerja sama antar daerah, investasi dan perdagangan.

Pertunjukan gamelanPertunjukan gamelan Foto: dok. KBRI Moskow

Tatarstan yang mayoritas warganya beragama Islam merupakan salah satu wilayah di Rusia berbentuk republik yang dikepalai oleh seorang kepala daerah dengan sebutan presiden. Perekonomian Tatarstan adalah salah satu yang maju di Rusia karena sebagai tempat industri, seperti industri berat, pabrik mobil Kamaz, dan juga pabrik helikopter.

(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT