Dilansir AFP, Selasa (31/10/2017), Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza pimpinan Hamas, mengkonfirmasi tujuh orang tewas dan 12 lainnya cedera.
Dua orang berasal dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam. Sementara lima lainnya berasal dari kelompok militan Islam yang juga beraliansi dengan Hamas. Kedua kelompok tersebut mengkonfirmasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dilansir Reuters, Hamas mengatakan Israel telah melakukan "upaya sia-sia untuk menyabotase upaya untuk memperbaiki persatuan Palestina". Kesepakatan rekonsiliasi ini diraih Hamas dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di awal bulan ini.
Warga mengangkat jasad warga Palestina yang terbunuh di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa) |
Di sisi lain, Israel berusaha keras untuk menunjukkan tindakan peledakan terhadap terowongan ini dilakukan di sisi perbatasannya sendiri.
"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) tidak bermaksud untuk meningkatkan situasi namun siap menghadapi berbagai skenario," kata juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus.
"Asumsi yang bekerja adalah bahwa ini bukan satu-satunya terowongan yang coba digali oleh organisasi teroris Palestina," tambahnya.
Israel sendiri tengah membangun sebuah dinding bawah tanah yang dilengkapi sensor di sepanjang perbatasan dengan panjang 60 km (36 mil). Proyek yang dikerjakan ini ditargetkan rampung pada pertengahan 2019 dengan memakan biaya sebesar USD 1,1 miliar.
Selama perang Gaza pada tahun 2014 lalu, pejuang Hamas menggunakan lusinan terowongan untuk menyerang pasukan Israel. Serangan ini sebagai sebuah tandingan ke sistem anti-rudal Iron Dome yang melindungi jantung negara tersebut dari serangan roket militan.
Israel dan Amerika Serikat telah meminta Hamas meletakkan senjata sebagai bagian dari perjanjian antara Hamas dan Otoritas Palestina yang telah pecah sejak 2014. Hamas menolak permintaan tersebut. (jbr/fiq)












































Warga mengangkat jasad warga Palestina yang terbunuh di dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza (Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)