Usai Dikremasi, Abu Raja Bhumibol Dibawa ke Istana Bangkok

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Okt 2017 15:53 WIB
Abu Raja Bhumibol yang dimasukkan ke Royal Urn dibawa ke Istana Bangkok (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Jenazah Raja Thailand Bhumibol Adulyadej telah selesai dikremasi dalam upacara yang berjalan sakral. Abu dan tulang mendiang telah dikumpulkan untuk kemudian dibawa ke Istana Bangkok.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (27/10/2017), jenazah Raja Bhumibol telah dikremasi pada Kamis (26/10) malam dalam prosesi yang digelar sejak Rabu (25/10) sore waktu setempat. Pada Jumat (27/10) dini hari, abu dari mendiang Raja dikumpulkan dalam prosesi yang juga tak kalah sakral.

Pagi harinya, Putra Raja Bhumibol, Raja Maha Vajiralongkorn, memimpin upacara untuk membawa kembali abu dan tulang ayahnya ke Istana Bangkok. Dia mencipratkan air suci ke serpihan tulang dan abu Raja Bhumibol dengan diiringi musik klasik Thailand. Tulang dan abu itu telah didoakan oleh Patriarki Tertinggi Somdet Phra Ariyavongsagatanana VIII, yang merupakan pemimpin tertinggi para biksu di Thailand.

Raja Vajiralongkorn kemudian mengambil sedikit demi sedikit serpihan tulang dan abu dari ayahnya untuk disimpan di dalam enam guci emas bertahtakan berlian yang disebut Royal Urn. Guci-guci emas itu kemudian dibawa dengan tandu khusus ke Istana Bangkok.

Abu Raja Bhumibol dibawa ke Istana BangkokAbu Raja Bhumibol dibawa ke Istana Bangkok Foto: REUTERS/Jorge Silva

Media lokal Thailand, The Nation, menyebut guci yang berisi 'Peninggalan Kerajaan' akan tetap disimpan di Tahta Dusit Maha Prasat yang ada di Istana Bangkok. Sedangkan guci berbentuk kerucut yang berisi 'Abu Kerajaan' selanjutnya akan dibawa ke Phra Sri Rattana Chedi yang ada di kompleks Kuil Buddha Zamrud, kuil paling sakral di Thailand.

Sebagian besar prosesi kremasi disiarkan secara langsung, baik oleh televisi Thailand maupun via live streaming. Namun proses kremasi jenazah Raja Bhumibol yang menjadi momen puncak tidak disiarkan langsung pada Kamis (26/10) malam.

AFP melaporkan sebagian besar awak media diminta menjauh dari lokasi kremasi di Sanam Luang dan siaran dialihkan ke pertunjukan tari-tarian serta teater yang digelar pada malam yang sama, juga sebagai bagian dari upacara kremasi. Tidak ada penjelasan resmi dari otoritas Thailand maupun dari pihak kerajaan terkait pembatalan penyiaran proses kremasi ini.

Salah satu Royal Urn yang berisi abu dan serpihan tulang Raja BhumibolSalah satu Royal Urn yang berisi abu dan serpihan tulang Raja Bhumibol Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Pada Kamis (26/10) malam, asap putih terlihat membubung dari kompleks Krematorium Kerajaan di Sanam Luang yang menjadi lokasi kremasi. Ratusan ribu pelayat yang berkumpul sejak pagi tetap tinggal di sekitar Sanam Luang untuk menyaksikan langsung proses kremasi. Beberapa dari mereka tak kuasa menahan tangis.

"Ketika saya mengarahkan pandangan ke krematorium dan melibat asap membubung, saya langsung menangis, seperti otomatis," tutur salah satu pelayat, Narongdech Mokmek (33), yang datang dari Provinsi Supan Buri.

"Saya tidak bisa mengungkapkan kesedihan saya atas kehilangan ini. Rasanya seperti seorang anak merindukan orangtuanya," ucap pelayat lainnya, Boonpherm Buatho (56).

Iring-iringan yang membawa abu Raja Bhumibol ke Istana BangkokIring-iringan yang membawa abu Raja Bhumibol ke Istana Bangkok Foto: REUTERS/Jorge Silva

Upacara kremasi masih akan berlanjut pada Sabtu (28/10) besok dan Minggu (29/10) besok lusa. Pada Minggu (29/10) nanti saat seluruh prosesi selesai dilakukan, abu dari Raja Bhumibol akan dibawa ke dua kuil berbeda, yakni Wat Rajabopidh dan Wat Bovoranives, untuk disemayamkan. Kuil pertama merupakan kuil yang memang banyak menyimpan abu anggota Kerajaan Thailand lainnya. Sedangkan kuil kedua merupakan tempat Raja Bhumibol ditahbiskan sebagai biksu, yang menjadi tradisi kebanyakan kaum pria di Thailand.

(nvc/ita)