DetikNews
Jumat 27 Oktober 2017, 14:29 WIB

Kunjungi Perbatasan Korut, Menhan AS: Tujuan Kami Bukan Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Kunjungi Perbatasan Korut, Menhan AS: Tujuan Kami Bukan Perang Menhan AS James Mattis saat mengunjungi perbatasan Korut atau DMZ (REUTERS/Phil Stewart)
Seoul - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) James Mattis mengunjungi perbatasan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut). Dalam kunjungan ini, Mattis menegaskan komitmen AS dan Korsel dalam mencapai solusi diplomatik untuk isu Korut.

"Provokasi Korea Utara terus mengancam kawasan dan perdamaian dunia dan meskipun mendapat banyak kecaman dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka masih melanjutkannya," ujar Mattis seperti dilansir CNN, Jumat (27/10/2017).

Pernyataan itu disampaikan Mattis saat mengunjungi perbatasan Korsel dan Korut, atau yang disebut sebagai Zona Demiliterisasi (DMZ). Mattis berdiri hanya beberapa meter dari wilayah Korut. Saat memberikan pernyataan, Mattis berdiri membelakangi Korut.

"Tujuan kami bukan perang, melainkan denuklirisasi Semenanjung Korea seutuhnya, terverifikasi dan tak bisa diubah," ucap Mattis, merujuk pada kata-kata koleganya, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson. Alunan musik -- lagu propaganda dari Korut dan lagu-lagu Kpop dari Korsel -- terdengar dari kedua Korea saat Mattis berbicara.


Mattis mengunjungi Pos Observasi Ouelette di zona perbatasan yang dilengkapi persenjataan itu. Dia ditemani oleh Komandan Area Keamanan Gabungan AS dan Korsel, Letnan Kolonel Matthew Farmer dan Letnan Kolonel Kwon Young-Hwan. Dari pos observasi, Mattis kemudian mengunjungi Rumah Kebebasan di desa perbatasan Panmunjom, yang berada dekat garis demarkasi yang memisahkan dua negara yang bermusuhan ini.

Mattis juga menerima penjelasan dari Menteri Pertahanan Korsel Song Young-Moo soal sejarah Perang Korea, yang melibatkan pertempuran sengit antara Korsel yang dibantu AS dengan Korut yang didukung China dan Uni Soviet tahun 1950-1953 silam. Mattis menyebut sejarah 'mengingatkan kita bagaimana kita berjuang bersama pada masa-masa sangat sulit dan kita akan tetap bersama hari ini'.

DMZ merupakan perbatasan de facto antara Korsel dan Korut. Zona perbatasan itu memiliki lebar 4 kilometer dan panjang 241 kilometer, yang dipenuhi oleh pos-pos militer, ranjau juga struktur-struktur pertahanan. DMZ ditetapkan usai kesepakatan gencatan senjata dicapai tahun 1953, meskipun secara teknis kedua pihak masih berperang karena tidak pernah ada kesepakatan perdamaian yang ditandatangani.

Kunjungan Mattis ke Korsel ini merupakan bagian dari kunjungan kenegaraan di kawasan Asia. Sebelum ke Korsel, Mattis telah mengunjungi Filipina dan Thailand, termasuk menghadiri upacara kremasi Raja Bhumibol Adulyadej yang digelar Kamis (26/10) malam kemarin. Kunjungan ke Asia ini mendahului kunjungan Presiden AS Donald Trump yang juga akan berkunjung ke Asia, awal November mendatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed