DetikNews
Jumat 27 Oktober 2017, 09:49 WIB

Menlu AS Telepon Panglima Militer Myanmar Soal Krisis Rohingya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Menlu AS Telepon Panglima Militer Myanmar Soal Krisis Rohingya pengungsi Rohingya (Foto: Reuters)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Yangon - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menelepon panglima militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dan mendesaknya untuk menghentikan kekerasan di negara bagian Rakhine, yang telah menyebabkan ratusan ribu warga Rohingya mengungsi.

Dalam percakapan via telepon pada Kamis (27/10) waktu setempat, Tillerson menyampaikan "keprihatinan akan berlangsungnya krisis kemanusiaan dan kekejaman yang dilaporkan di Rakhine." Demikian menurut statemen juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert.

"Menteri mendesak pasukan keamanan Burma (nama lain Myanmar) untuk mendukung pemerintah dalam mengakhiri kekerasan di negara bagian Rakhine dan mengizinkan kepulangan secara aman bagi mereka yang mengungsi selama krisis, khususnya sejumlah besar etnis Rohingya," demikian disampaikan Nauert seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/10/2017).

Lebih dari 600 ribu warga Rohingya telah mengungsi ke Bangladesh sejak kekerasan pecah kembali di Rakhine pada akhir Agustus lalu. Kekerasan terjadi sejak kelompok militan Rohingya melancarkan serangan-serangan ke puluhan pos polisi dan pangkalan militer. Operasi militer besar-besaran pun dilancarkan menyusul serangan militan tersebut.

Dalam operasi tersebut, pasukan keamanan Myanmar dilaporkan melakukan kekerasan terhadap warga Rohingya, termasuk pembakaran rumah-rumah, pemerkosaan dan pembunuhan. Bahkan PBB menyebut operasi militer tersebut sebagai pembersihan etnis terhadap Rohingya.

Dalam pembicaraannya dengan Min Aung Hlaing, Tillerson juga mendesak militer Myanmar untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan bagi mereka yang telah kehilangan tempat tinggal. Tillerson juga meminta militer Myanmar untuk bekerja sama dengan PBB guna memastikan penyelidikan yang menyeluruh, independen atas semua tuduhan pelanggaran HAM.

Sebelumnya, Tillerson telah mengatakan bahwa pemerintah AS menganggap kepemimpinan militer Myanmar bertanggung jawab atas krisis Rohingya. Namun Min Aung Hlaing berulang kali membantah pasukannya melakukan kekejaman terhadap warga Rohingya.

"Pernyataan-pernyataan sepihak dan tuduhan terhadap Myanmar dan anggota keamanan atas serangan teror warga Bengali ekstremis di sebelah barat negara bagian Rakhine adalah sama sekali tidak benar," ujarnya dalam postingan di laman Facebook-nya.
(ita/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed