Steyer merupakan donatur utama bagi politikus Demokrat. Dia diketahui menyumbang dana lebih dari US$ 91 juta untuk sejumlah kandidat politikus Demokrat dalam pemilihan umum tahun 2016 lalu. Seperti dilansir CNN dan Newsmax, Rabu (25/10/2017), iklan yang dipasang Steyer ini meminta 'para pejabat terpilih' untuk mengambil sikap terhadap isu yang selama ini cenderung dihindari oleh para pemimpin Partai Demokrat.
"Seorang anggota Kongres (Partai) Republik pernah sekali memakzulkan seorang presiden. Dan hari ini, orang-orang di Kongres dan pemerintahannya sendiri tahu bahwa Presiden ini (Trump-red) menjadi bahaya yang nyata dan jelas, yang kondisi mentalnya tidak stabil dan bersenjatakan nuklir," ucap Steyer dalam iklan berbentuk video itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iklan ini ditayangkan oleh sejumlah pusat penayangan iklan di kawasan New York dan California, juga disiarkan secara nasional pada televisi kabel AS. Ajudan Steyer menyebut iklan itu berbiaya 'di atas US$ 10 juta' dan semuanya dibiayai sendiri oleh Steyer.
Steyer dikenal sebagai manajer dana investasi, filantropi dan pecinta lingkungan. Dia adalah pendiri perusahaan investasi Farallon Capital dan OneCalifornia Bank. Tahun 2012, Steyer pensiun dari Farallon Capital dan mengalihkan fokus pada politik dan lingkungan. Dia meluncurkan NextGen America, sebuah organisasi non-profit yang mendukung posisi progresif pada perubahan iklim, imigrasi, layanan kesehatan dan pendidikan.
Iklan ini bukan bagian dari program NextGen America yang tengah digencarkannya. Namun iklan itu merujuk pada situs bernama NeedToImpeach.com, yang menampilkan surat terbuka yang isinya mengkritik kebijakan Trump mengakhiri perlindungan untuk imigran tanpa dokumen yang masuk ke AS sejak masih anak-anak. Steyert juga menyebut Trump 'secara aktif menyabotase' Obamacare.
"Dia mengancam untuk mengurangi bantuan bagi jutaan warga Amerika di Puerto Rico, yang berjuang untuk bertahan hidup tanpa air minum atau listrik -- sebuah langkah yang jelas menjadi kelalaian bagi tugasnya. Dan setiap hari, warga Amerika dibiarkan menghadapi omelan Twitter yang bisa memicu perang nuklir. Tindakan ini merepresentasikan serangan sistemis terhadap masa depan negara kita," tulis Steyer.
Seruan pemakzulan dari Steyer tidak ditanggapi positif oleh anggota parlemen Partai Demokrat. Steny Hoyer yang merupakan anggota parlemen dari Partai Demokrat untuk distrik Maryland ini menyebut seruan pemakzulan Trump masih terlalu prematur. Hoyer menyebut kepemimpinan Partai Demokrat dalam Kongres AS yang kini dipimpin Nancy Pelosi sebagai Pemimpin Minoritas DPR, melawan upaya pemakzulan Trump untuk saat ini.
"Saya pikir pemimpin (Partai Demokrat di DPR) dan saya telah memperjelas bahwa pemakzulan ... masih prematur untuk saat ini. Opsi ini bukannya dikesampingkan untuk dibahas di masa depan, tapi masih prematur untuk saat ini," ucap Hoyer seperti dikutip media lokal, Washington Examiner.
Secara terpisah, disebutkan Newsmax, bahwa sejumlah politikus Demokrat mempertanyakan 'kebijaksanaan' di balik seruan pemakzulan Trump ketika tidak ada kesempatan untuk menggelar voting pemakzulan di DPR yang kini dikuasai Republik. Langkah ini dikhawatirkan akan menyerang balik Demokrat.
(nvc/nkn)










































