AS Puji Filipina Atas Keberhasilan Perangi Militan ISIS di Marawi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 23 Okt 2017 15:21 WIB
James Mattis (Foto: REUTERS/Song Kyung-Seok/Pool)
Manila - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis memuji Filipina atas keberhasilannya dalam memerangi para militan pro-ISIS di kota Marawi.

"Salah satu hal yang pertama akan saya lakukan ketika tiba di sana adalah memuji militer Filipina atas pembebasan Marawi dari para teroris," kata Mattis kepada para wartawan dalam penerbangan ke Filipina, menurut transkrip resmi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (23/10/2017).

"Itu pertempuran yang sangat sengit seperti yang Anda tahu di Mindanao selatan. Dan saya pikir militer Filipina mengirimkan pesan yang sangat kuat ke para teroris," imbuhnya.

Para militan pro-ISIS menduduki wilayah-wilayah di Marawi pada 23 Mei lalu. Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebutnya sebagai upaya untuk mendirikan kekhalifahan ISIS di Asia Tenggara. Untuk melawan ratusan militan pro-ISIS, militer Filipina melancarkan operasi besar-besaran di Marawi. Pertempuran antara pasukan Filipina dan para militan telah menyebabkan lebih dari 400 ribu warga meninggalkan Marawi. Banyak wilayah Marawi pun hancur dalam pertempuran tersebut.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana hari ini mengumumkan operasi tempur telah berakhir, setelah pasukan Filipina meraih kemenangan dalam pertempuran terakhir melawan sisa-sisa militan yang bertahan di sejumlah bangunan di jantung kota Marawi.

"Tak ada lagi militan di Marawi," katanya kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (23/10/2017).

Dikatakan Lorenzana, akan ada operasi militer lainnya di Marawi dan enam batalyon pasukan masih akan tetap berada di kota tersebut. Namun dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai operasi tersebut.

Panglima militer Filipina, Jenderal Eduardo Ano mengatakan, setidaknya 42 jasad militan telah ditemukan pada Senin ini di dua bangunan dan sebuah masjid di zona tempur. Militer Filipina telah meraih kemenangan signifikan dalam operasi merebut kembali Marawi sejak Isnilon Hapilon, yang disebut sebagai "emir" ISIS di Asia Tenggara dan Omarkhayam Maute, pemimpin kelompok militan Maute yang pro-ISIS, tewas dalam operasi malam hari. (ita/ita)