DetikNews
Minggu 22 Oktober 2017, 03:25 WIB

Masuki Babak Baru, Pemerintah Spanyol akan Ambil Alih Catalonia

Dhani Irawan - detikNews
Masuki Babak Baru, Pemerintah Spanyol akan Ambil Alih Catalonia Foto: Dok. Reuters
Spanyol - Ketegangan antara pemerintah Spanyol dengan pemerintah otonom Catalonia meningkat. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memutuskan untuk memecat para pimpinan Catalonia.

"Perdana Menteri Rajoy ingin parlemen Catalonia berhenti menjadi parlemen demokratis, dan kami tak akan membiarkan itu terjadi," ucap Ketua Parlemen Catalonia, Carme Forcadell, dalam sebuah pidato, dilansir Reuters, Minggu (22/10/2017).

Rajoy menyebut pemerintah Spanyol tak memiliki pilihan selain mengambil alih pemerintahan. Dia beralasan tindakan Catalonia 'bertentangan dengan hukum dan mencari konfrontasi'.

Beberapa pekan lalu, Catalonia mengadakan referendum kemerdekaan. Namun pemerintah Spanyol menganggap hal itu ilegal.

Namun, pemimpin Catalonia Carles Puigdemont mengabaikan pemerintah Spanyol untuk membatalkan upaya melepaskan diri dari Spanyol.

Pada Senin (2/10), pemerintah Catalonia mengklaim 90 persen warganya setuju untuk memisahkan diri dari Spanyol. Seperti dilansir media Inggris, The Telegraph, referendum kemerdekaan yang dinyatakan ilegal ini diikuti oleh 2,26 juta orang pada Minggu (1/10) waktu setempat. Pemerintah pusat Spanyol melarang keras referendum itu. Sempat terjadi bentrokan antara pemilih dengan polisi setempat.

Dituturkan juru bicara pemerintah regional Catalonia, Jordi Turull, jumlah pemilih dalam referendum kemerdekaan ini mewakili 42,3 persen dari total 5,34 juta pemilih yang terdaftar di Catalonia.

Turull menyebut ada 2,02 juta warga Catalonia yang memilih 'iya' untuk pertanyaan 'Apakah Anda ingin Catalonia menjadi negara merdeka dalam bentuk republik?' dalam surat suara referendum.

Hasil awal ini memberikan jalan bagi pemimpin regional Catalonia untuk menyatakan kemerdekaan beberapa hari ke depan, meskipun pemerintah pusat Spanyol telah berulang kali menegaskan referendum itu ilegal. Dalam pernyataannya, pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menegaskan wilayahnya telah memenangkan hak untuk membentuk negara merdeka.

"Dengan harapan dan penderitaan hari ini, warga Catalonia telah memenangkan hak untuk menjadi sebuah negara merdeka dalam bentuk republik," tegasnya dalam pernyataan yang disiarkan televisi setempat, sesaat usai pemungutan suara ditutup pada Minggu (1/9/2017).
(dhn/adf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed