DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 18:40 WIB

140 Orang Ditangkap di Malawi Terkait Pembunuhan karena Isu Vampir

Novi Christiastuti - detikNews
140 Orang Ditangkap di Malawi Terkait Pembunuhan karena Isu Vampir Foto: Malawi/Istimewa
Lilongwe - Sedikitnya 140 orang ditangkap terkait rumor vampir berkeliaran di Malawi. Mereka yang ditangkap diyakini terlibat dalam pembunuhan orang-orang yang dicurigai menjadi vampir pengisap darah. Sembilan orang tewas akibat aksi main hakim sendiri itu.

Aksi kekerasan yang didalangi massa yang marah atas isu vampir tersebut, dimulai sejak pertengahan September lalu. Praktik tindak kekerasan atau main hakim sendiri terjadi di empat distrik berbeda di Malawi bagian selatan, yakni Mulanje, Thyolo, Chiradzulu dan Phalombe.


Seperti dilansir Reuters, Jumat (20/10/2017), pekan ini, tindak kekerasan ini meluas ke wilayah Blantyre, kota terbesar kedua di Malawi. Di wilayah tersebut, massa nekat membakar hidup-hidup satu orang dan merajam satu orang lainnya hingga tewas pada Rabu (18/10) waktu setempat.

"Sejauh ini kami telah menangkap 140 orang, yang kami curigai berada di balik pembunuhan oleh massa di Blantyre dan sejumlah distrik lainnya, dan penyelidikan masih terus berlanjut," ucap Inspektur Jenderal Kepolisian Malawi, Lexon Kachama, kepada wartawan setempat.


Ditegaskan Kachama, pihak kepolisian melakukan segala cara untuk mengendalikan situasi dan memastikan tindak kekerasan tidak meluas ke wilayah lain. Presiden Malawi, Peter Mutharika, telah mengunjungi sejumlah wilayah yang terkena dampak isu vampir berkeliaran ini.

Rumor soal vampir pernah merebak di Malawi tahun 2002. Saat itu disebutkan bahwa para vampir bekerja dengan pemerintah Malawi untuk mengumpulkan darah warga miskin untuk badan kemanusiaan internasional. Suplai darah dari warga itu akan ditukar dengan suplai makanan.


Warga setempat yang masih percaya takhayul, mengambil tindakan untuk isu vampir itu. Saat itu kerumunan massa merajam seorang pria hingga tewas, setelah mencurigainya sebagai manusia pengisap darah. Presiden Malawi saat itu, Bakili Muluzi, dengan tegas membantah rumor itu.

Pertengahan September lalu, isu vampir kembali marak di Malawi. Isu terbaru ini menyebut para vampir berupaya mendapatkan dan meminum darah manusia sebagai bagian dari ritual sihir. Tidak diketahui pasti sumber isu itu. Warga setempat yang percaya takhayul langsung melakukan tindak kekerasan keji terhadap orang-orang yang mereka curigai sebagai manusia pengisap darah.


Aksi main hakim sendiri semacam ini memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menarik stafnya dari dua distrik setempat. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Malawi juga menarik tim relawan kemanusiaan serta melarang warganya mengunjungi lokasi tertentu.

Malawi yang terletak di Afrika Tenggara ini sebenarnya cukup rutin dilanda isu vampir dari tahun ke tahun. Kepercayaan warga setempat pada ilmu sihir cukup besar dan standar pendidikan di negara ini sangat rendah. Kekhawatiran akan vampir pun mengakar dalam budaya lokal Malawi.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed