DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 10:57 WIB

PBB: Pemerintah Myanmar Gagal Lindungi Rohingya dari Kekejaman

Rita Uli Hutapea - detikNews
PBB: Pemerintah Myanmar Gagal Lindungi Rohingya dari Kekejaman pengungsi Rohingya (Foto: Reuters)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Yangon - Pemerintah Myanmar dianggap telah gagal memenuhi kewajiban internasionalnya dan gagal melindungi warga Rohingya dari kekejaman yang terjadi di negara bagian Rakhine.

Hal itu disampaikan penasihat khusus PBB soal pencegahan genosida, Adama Dieng, dan penasihat khusus PBB soal tanggung jawab untuk melindungi, Ivan Simonovic. Keduanya juga menyatakan bahwa respons internasional atas krisis Rohingya telah gagal.

"Meskipun adanya peringatan yang dikeluarkan oleh kami dan oleh banyak pejabat lainnya, pemerintah Myanmar telah gagal memenuhi kewajibannya sesuai hukum internasional dan tanggung jawab utama untuk melindungi penduduk Rohingya dari kejahatan-kejahatan keji," demikian statemen bersama kedua penasihat khusus PBB tersebut.

"Komunitas internasional juga sama-sama telah gagal dalam tanggung jawabnya soal ini," demikian disampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (19/10/2017).

Sejak akhir Agustus lalu, lebih dari 500 ribu warga Rohingya telah meninggalkan rumah-rumah mereka di Rakhine dan mengungsi ke Bangladesh. Eksodus ini terjadi sejak militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran di Rakhine, sebagai respons atas serangan-serangan militan Rohingya ke puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer. PBB telah menyebut bahwa militer Myanmar melakukan pembersihan etnis lewat operasi tersebut.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah menyerukan Myanmar untuk menghentikan operasi militer di Rakhine, memberikan akses bagi para pekerja kemanusiaan dan mengizinkan pengungsi Rohingya kembali dengan aman. Namun DK PBB tidak mengeluarkan sanksi-sanksi terkait krisis Rohingya ini. Menurut diplomat, hal itu dikarenakan Rusia dan China menentang penerapan sanksi.

"Sekali lagi, kegagalan kita untuk menghentikan kejahatan-kejahatan keji membuat kita terlibat. Kapan kita akan memenuhi janji-janji kita yang tak terhitung jumlahnya soal "tak pernah lagi?" tanya kedua penasihat khusus PBB tersebut dalam statemen mereka.

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed