DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 16:23 WIB

Trump Minta Hillary Mencalonkan Diri Lagi dalam Pilpres 2020

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Minta Hillary Mencalonkan Diri Lagi dalam Pilpres 2020 Donald Trump dan Hillary Clinton semasa kampanye pilpres 2016 (REUTERS/Jim Young)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan Hillary Clinton untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2020 mendatang. Saran ini disampaikan Trump setelah mantan rivalnya itu kembali mengkritik dirinya dalam wawancara terbaru.

Dalam pernyataannya ini, seperti dilansir AFP, Selasa (17/10/2017), Trump mengindikasikan dirinya akan tetap mengalahkan Hillary dalam pilpres mendatang, jika mantan Menteri Luar Negeri AS itu memutuskan untuk kembali mencalonkan diri.

"Saya harap Hillary maju," ucap Trump dalam konferensi pers terbaru. "Hillary, tolong maju (pencalonan capres) lagi! Majulah," imbuhnya.

Trump kembali menegaskan hal ini via kicauan Twitternya pada Senin (16/10) waktu setempat. "Saya baru-baru ini ditanya apakah Hillary Clinton yang tak jujur akan mencalonkan diri (dalam pilpres) tahun 2020? Jawab saya, 'Saya harap demikian!'," ucap Trump via Twitter.


Hillary yang merupakan capres dari Partai Demokrat dalam pilpres 2016 ini, telah menyatakan tidak ingin kembali mencalonkan diri sebagai Presiden AS.

Dalam konferensi pers, Trump juga mengomentari dukungan Hillary untuk para atlet profesional AS yang dalam beberapa minggu terakhir menggelar protes dengan berlutut saat lagu kebangsaan AS dimainkan sebelum pertandingan dimulai. Aksi itu dimaksudkan untuk memprotes ketidakadilan ras juga untuk memprotes pemerintahan Trump.

Trump menilai, dukungan Hillary untuk aksi itu menjadi salah satu contoh mengapa Hillary kalah dari dirinya dalam pilpres 2016.

"Jujur saja, pola pemikiran itu dan itulah alasan mengapa dia kalah dalam pilpres," cetus Trump, sembari menyebut posisi Hillary dalam isu itu berada di kubu yang salah. Trump kembali menegaskan, berlutut saat 'The Star-Spangled Banner' berkumandang sama saja dengan tidak menghormati bendera nasional AS.


Dalam wawancara dengan program Four Corners di ABC News Australia baru-baru ini, Hillary menyebut perpaduan WikiLeaks dan operasi Rusia telah menyebabkan kekalahannya dalam pilpres 2016. Menurut Hillary, jelas WikiLeaks dan Rusia membantu kemenangan Trump.

"Ada operasi bersama antara WikiLeaks dan Rusia dan kemungkinan besar orang-orang di Amerika Serikat untuk ... memanfaatkan informasi tersebut, mengarang cerita, kisah aneh dan sering mengerikan yang sebenarnya tanpa dasar ... yang digunakan untuk merendahkan saya, kampanye saya, mereka yang mendukung saya, dan membantu Trump," katanya.

"Saya kalah electoral college sekitar 77.000 (suara), dan yang kami temukan pastilah ada bantuan sangat canggih yang dipasok ke WikiLeaks ... dalam mengetahui bagaimana menyampaikan pesan penindasan dan pesan negatif mereka dalam mempengaruhi pemilih," papar Hillary.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed