DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 11:50 WIB

Uni Emirat Arab Tutup Misi Diplomatik Korut, AS Sambut Gembira

Rita Uli Hutapea - detikNews
Uni Emirat Arab Tutup Misi Diplomatik Korut, AS Sambut Gembira salah satu rudal balistik Korut (Foto: Reuters)
Dubai -

Pemerintah Uni Emirat Arab menutup misi diplomatik Korea Utara (Korut) di negeri itu dan menghentikan misi diplomatiknya di Pyongyang, Korut.

Dalam statemen yang dimuat kantor berita WAM, Kementerian Luar Negeri UAE menyatakan, pemerintah UAE juga akan berhenti mengeluarkan visa baru atau izin perusahaan bagi warga negara Korut. Diketahui bahwa ribuan tenaga kerja Korut bermukim di wilayah UAE, yang kebanyakan bekerja di tempat-tempat konstruksi.

"Langkah-langkah ini diambil dalam konteks kewajiban UAE sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab untuk memperkuat tekad internasional dan menghentikan proliferasi senjata nuklir dan program rudal," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri UAE seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (13/10/2017).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan negara-negara anggota PBB untuk memberikan tekanan pada Korut agar menghentikan program senjata nuklirnya. Hal tersebut disampaikan Trump dalam pidato pertamanya di sidang Majelis Umum PBB pada September lalu.

Sementara di Washington, Departemen Luar Negeri AS menyambut gembira keputusan pemerintah UAE tersebut.

"Kami senang mendengar itu," ujar juru bicara Deplu AS Heather Nauert kepada para wartawan. "Ada banyak negara yang mengambil langkah-langkah tersebut yang telah kami minta untuk dilakukan," imbuhnya.

Pengumuman UAE ini mengikuti langkah serupa oleh tetangga-tetangga UAE di kawasan Teluk Arab, yakni Qatar dan Kuwait. Kedua negara tersebut pada bulan lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Pyongyang dan berhenti mengeluarkan visa baru bagi warga Korut.

Negara-negara lain seperti Meksiko, Peru dan Spanyol juga telah memutus hubungan diplomatik dengan Korut setelah pemerintah Amerika Serikat meminta negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Korut untuk segera memutuskan hubungan dengan rezim Kim Jong-Un.

Amerika Serikat telah memimpin upaya internasional untuk menghukum rezim Kim Jong-Un menyusul peluncuran rudal balistik baru-baru ini. Bahkan pada 3 September 2017, Korut melakukan uji coba peledakan bom hidrogen. Ini merupakan bom terbesar yang pernah diledakkan rezim komunis itu. Pyongyang menegaskan bahwa program pengembangan rudal balistik dan senjata nuklir merupakan bagian dari sistem pertahanan domestiknya.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed