DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 11:14 WIB

PBB: Operasi Myanmar Bertujuan Mengusir Rohingya Secara Permanen

Rita Uli Hutapea - detikNews
PBB: Operasi Myanmar Bertujuan Mengusir Rohingya Secara Permanen pengungsi Rohingya (Foto: Dok. Reuters)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Yangon - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa operasi sistematis Myanmar terhadap warga muslim Rohingya dimaksudkan untuk mengusir mereka secara permanen dari wilayah Rakhine.

Laporan yang dirilis PBB pada Rabu (11/10) waktu setempat merinci kampanye oleh militer Myanmar untuk meneror warga Rohingya lewat berbagai kekejaman, mulai dari pemerkosaan hingga pembunuhan.

"Serangan-serangan brutal terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine telah terorganisir dengan baik, terkoordinasi dan sistematis, dengan maksud bukan hanya mengusir penduduk keluar dari Myanmar, namun juga mencegah mereka kembali ke rumah-rumah mereka," demikian laporan PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/10/2017).

Disebutkan dalam laporan terbaru PBB itu, pasukan Myanmar kerap beroperasi bersama warga Buddha Rakhine bersenjata.

"Dalam beberapa kasus, sebelum dan selama serangan-serangan, pengeras suara digunakan untuk mengumumkan: 'Kalian tidak termasuk di sini, pergilah ke Bangladesh. Jika kalian tidak pergi, kami akan membakar rumah kalian dan membunuh kalian," demikian disampaikan dalam laporan PBB.

Laporan penyelidikan PBB tersebut juga bertentangan dengan klaim pemerintah Myanmar, bahwa operasi militer di Rakhine merupakan respons atas serangan-serangan kelompok militan Rohingya ke puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada 25 Agustus lalu. Dalam penyelidikan PBB ditemukan bahwa gelombang terbaru "operasi pembersihan" oleh militer di Rakhine sebenarnya telah dimulai sebelum tanggal itu, kemungkinan pada awal Agustus.

Disebutkan bahwa para guru, serta para pemimpin budaya, agama dan komunitas juga menjadi target dalam operasi militer ini "sebagai upaya untuk menghapuskan sejarah, budaya dan pengetahuan Rohingya."

Dalam laporannya, PBB juga menyatakan menemukan bukti pelanggaran yang dimaksudkan untuk memicu ketakutan yang mendalam dan meluas di kalangan warga Rohingya. Ini termasuk pengakuan warga mengenai para tentara Myanmar yang mengepung rumah-rumah dan menembak membabi-buta saat warga lari menyelamatkan diri, serta sekelompok pria berseragam yang memperkosa wanita dan anak-anak perempuan.

Laporan terbaru PBB ini didasarkan pada wawancara dengan para pengungsi Rohingya yang kabur ke wilayah Cox's Bazar, Bangladesh sejak 25 Agustus. Tim PBB berbicara dengan ratusan pengungsi dalam serangkaian 65 wawancara, yang sebagian dilakukan dengan masing-masing orang dan sebagian dilakukan dengan kelompok-kelompok yang terdiri hingga 40 orang.

Sebelumnya, kepala HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein menyatakan bahwa operasi militer Myanmar sama dengan pembersihan etnis.


(ita/ita)
FOKUS BERITA: Krisis Rohingya
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed