DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 17:58 WIB

Retas Jaringan Militer Korsel, Korut Curi Rencana Strategi Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Retas Jaringan Militer Korsel, Korut Curi Rencana Strategi Perang Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Seoul - Peretas Korea Utara (Korut) dilaporkan telah mencuri ratusan dokumen militer rahasia milik Korea Selatan (Korsel). Dokumen rahasia yang dicuri termasuk rencana operasional dalam situasi perang yang melibatkan peran Amerika Serikat (AS), sekutu Korsel.

Seperti dilansir AFP, Selasa (10/10/2017), laporan soal aktivitas peretasan itu disampaikan surat kabar Korsel, Chosun Ilbo, yang mengutip keterangan anggota parlemen dari Partai Demokrat Korsel, Rhee Cheol-Hee.

Disebutkan Rhee Cheol-Hee bahwa para peretas telah menyusup masuk ke jaringan militer Korsel pada September lalu dan mendapatkan akses terhadap 235 GB data sensitif di dalam jaringan itu.


Di antara dokumen yang bocor ke peretas Rusia adalah 'Operational Plans 5015' yang akan digunakan dalam situasi perang dengan Korut. Dalam dokumen rahasia itu, sebut Rhee Cheol-Hee, terdapat juga prosedur serangan-serangan 'pemenggalan' terhadap pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

Rhee Cheol-Hee yang merupakan anggota Komisi Pertahanan Parlemen Korsel ini tidak bisa diminta komentar terkait laporan Chosun Ilbo yang mengutip namanya. Namun kantor Rhee Cheol-Hee menyebut kutipan keterangannya dalam artikel Chosun Ilbo itu benar adanya.

Dengan mengutip Kementerian Pertahanan Korsel, Rhee Cheol-Hee menyebut 80 persen dari dokumen militer rahasia yang diretas oleh Korut belum diidentifikasi semua. Namun disebutkan dia, bahwa rencana kontingensi untuk pasukan khusus Korsel telah dicuri Korut, demikian juga dengan rincian latihan militer gabungan dengan AS yang digelar tahunan, serta informasi soal fasilitas militer dan pembangkit listrik vital.


Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel menolak mengkonfirmasi laporan ini.

Laporan Chosun Ilbo ini muncul di tengah meningkatkan kekhawatiran akan terjadi perang di Semenanjung Korea. Situasi tegang di kawasan tersebut turut dipicu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump yang melontarkan akan melakukan aksi militer terhadap Korut.

Dalam kicauan terbaru via Twitter, Trump menegaskan bahwa upaya-upaya perundingan dengan Korut telah gagal secara terus-menerus. Dia menegaskan 'hanya ada satu hal yang akan berhasil' tanpa menjelaskan maksudnya.


Pada Mei lalu, Kementerian Pertahanan Korsel menyebut Korut telah meretas jaringan intranet militer mereka, namun tidak menyebut apa saja yang dicuri. Menurut otoritas Korsel, rezim Korut memiliki 6.800 unit peretas yang sangat terlatih. Mereka berulang kali dituding mendalangi serangan siber level tinggi, termasuk peretasan Sony Pictures tahun 2014 lalu.


(nvc/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed