DetikNews
Senin 09 Oktober 2017, 17:21 WIB

Berunjuk Rasa Saat Ulang Tahun Putin, 290 Demonstran Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Berunjuk Rasa Saat Ulang Tahun Putin, 290 Demonstran Ditangkap Unjuk rasa di kota St Petersburg saat ulang tahun Putin pada 7 Oktober (REUTERS/Anton Vaganov)
Moskow - Sedikitnya 290 demonstran ditangkap Kepolisian Rusia karena ikut unjuk rasa saat hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin. Ratusan demonstran itu ditangkap saat unjuk rasa yang digelar di sebanyak 26 kota yang tersebar di Rusia.

Putin berulang tahun ke-65 pada 7 Oktober kemarin. Seperti dilansir CNN, Senin (9/10/2017), ribuan orang ikut dalam unjuk rasa yang digelar tepat saat Putin berulang tahun. Unjuk rasa itu dicetuskan oleh aktivitas Alexei Navalny, satu-satunya musuh politik Putin.

Navalny (41) sendiri tengah menjalani masa hukum 20 hari penjara, yang dijatuhkan kepadanya karena menggelar pertemuan publik tanpa izin. Dia telah menggelar sejumlah unjuk rasa untuk memprotes Putin dan pemerintahannya.

Sepanjang tahun ini, Navalny telah tiga kali dijebloskan ke penjara. Dalam beberapa tahun terakhir, dia dijerat berbagai tindak pidana termasuk pidana penggelapan. Dia menilai seluruh tindak pidana itu direkayasa untuk menjegal pencalonannya.

Unjuk rasa di Rusia saat ulang tahun Putin pada 7 OktoberUnjuk rasa di Rusia saat ulang tahun Putin pada 7 Oktober Foto: CNN

Navalny terang-terangan menyatakan niatnya untuk maju sebagai calon presiden dalam pemilu pada Maret 2018. Dia menantang Putin yang diyakini juga akan mencalonkan diri. Putin sendiri telah menjabat sebagai Presiden maupun Perdana Menteri Rusia sejak tahun 1999.

Dalam unjuk rasa yang digelar di banyak kota pada Sabtu (7/10) kemarin, demonstran menyerukan Putin untuk pensiun dan meminta pembebasan Navalny. Dari 290 demonstran yang ditangkap, jumlah paling banyak ada di kota St Petersburg, kota kelahiran Putin. Kelompok pemantau independen OVD menyebut, sedikitnya 68 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa di kota itu.

"Saya tidak puas dengan situasi terkini di negara ini. Saya tidak senang dengan pemerintah. Kami pada dasarnya tidak punya kebebasan berbicara," ucap salah satu demonstran wanita di St Petersburg kepada CNN.

"Kami melakukan penyensoran ketat pada televisi, dan satu-satunya penantang Putin tidak diperbolehkan ikut dalam pemilu," imbuhnya.

Salah satu demonstran memakai topeng Putin dalam unjuk rasa di St PetersburgSalah satu demonstran memakai topeng Putin dalam unjuk rasa di St Petersburg Foto: REUTERS/Anton Vaganov

Sebagai tokoh oposisi, Navalny memiliki pendukung yang besar, terutama mereka yang mendukung kampanye antikorupsi yang digaungkannya sejak lama. Dia melakukan kampanye pemilu tidak resmi di Rusia beberapa waktu terakhir, sebelum ditangkap. Dia divonis 20 hari penjara pada 2 Oktober lalu, karena menyerukan digelarnya unjuk rasa tanpa izin.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed