Pelaku penembakan itu kemudian ditembak mati penjaga Istana. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengidentifikasi pelaku yang bersenjatakan Kalashnikov dan membawa tiga granat itu merupakan warga Saudi berusia 28 tahun.
"Sebuah pos terluar dari panjaga istana ditembaki seseorang yang menumpang mobil Hyundai," ujar Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataaanya dilansir dari AFP, Minggu (8/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Arab Saudi sebelumnya telah memperingatkan warganya terkait serangan itu.
"Karena kemungkinan aktivitas polisi, warga negara Amerika disarankan untuk berhati-hati ketika bepergian ke sekitar lokasi kejadian," ujar Kedubes AS dalam pernyataannya.
Peringatan itu muncul setelah kepolisian Arab Saudi menyerbu 'sel teroris' yang terkait dengan ISIS pada pekan ini. Berdasarkan catatan keamanan nasional, akibat insiden itu dua orang tewas dan lima orang ditangkap.
Badan Keamanan Nasional Arab Saudi mengatakan kepolisian telah melakukan penyerbuan tiga tempat persembunyian di ibu kota Riyadh dan baku tembak, ujar kantor berita SPA, Kamis (5/10).
Sejak akhir 2014, ISIS telah mengklaim berbagai serial pengeboman dan penembakan terhadap warga Syiah dan pasukan keamanan di kawasan kerajaan mayoritas Sunni.
Arab Saudi merupakan anggota koalisi internasional pimpinan AS yang telah berperang melawan ekstremis Sunni di Suriah dan Irak. (ams/fjp)











































