Van der Laan pernah menginformasikan soal penyakitnya tersebut ke masyarakat Amsterdam pada Januari lalu. Ketika dia 'meninggalkan' kehidupan publik sekitar 2 minggu lalu, ribuan orang berkumpul di dekat rumahnya, bertepuk tangan selama beberapa menit sebagai tanda dukungan kepadanya.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (7/10/2017), Van der Laan, yang meninggal di usia 62 tahun, dikenal punya selera humor yang cukup baik.
Nama Van der Laan menjadi perbincangan publik pada tahun 2013 lantaran menghindari kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin. Alasannya, Van der Laan mengaku terlalu sibuk sehingga tak bisa menemui Putin.
Saat itu, dia juga memerintahkan agar bendera pelangi diterbangkan dari Balai Kota Amsterdam sebagai tanda protes kebijakan Rusia dalam memerangi homoseksual.
Kini, sosok yang juga dikenal pragmatis dan punya cara kerja yang efektif sebagai wali kota Amsterdam telah pergi. Dia meninggalkan lima anak dari dua pernikahan. (gbr/elz)











































